Terduga Teroris Tuban Tinggal di Ngaliyan Semarang, Begini Kesehariannya

METROSEMARANG.COM – Sejumlah warga Kecamatan Ngaliyan Semarang dibuat terkejut tatkala mendapati kabar bahwa Satria Aditama, ternyata jadi salah satu terduga teroris yang ditembak mati aparat kepolisian Polda Jatim dan Densus 88 di Desa Siwalan, Jenu, Tuban, Sabtu (8/4). Adit, sapaan akrab terduga teroris itu diketahui tinggal di Jalan Taman Karonsih II RT 05/RW IV Ngaliyan.

Rumah Satria Aditama di Karonsih Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Lukas Satiman, warga RT 01/RW IV yang tinggal selemparan batu dari rumah pelaku mengaku kaget tatkala mendapati kabar tersebut. “Adit itu anak bungsu dari lima bersaudara. Empat kakaknya perempuan dan laki-laki sudah kerja semua. Dia yang belum kerja,” katanya kepada metrosemarang.com, Minggu (9/4).

Di Taman Karonsih, Adit tinggal di rumah bercat hitam bernomor 1130. Satiman mengaku mengenal dekat sosok pelaku. Adit, ia kenal selama ini sebagai pribadi pemalu tapi cukup ramah.

“Enggak mengira kalau dia itu tersangkut kasus (terorisme). Lha wong dia sangat pemalu. Kesehariannya sering kumpul sama teman sebayanya. Sama sekali enggak keliatan kalau dia ikut kegiatan yang seperti itu,” ujarnya.

Sebelum terlibat baku tembak dengan polisi, Adit baru saja lulus SMKN 4 Semarang. Usianya pun baru menginjak 19 tahun. Tapi Satiman mengaku tak tahu seperti apa pergaulan putra bungsu almarhum Wagito tersebut.

“Saya merasa dia korban pergaulan karena dia di sini tidak punya teman yang aneh-aneh. Mungkin itu terbawa dengan pergaulannya di luar rumah,” ungkapnya.

Selain Adit, informasi yang dihimpun juga terdapat terduga teroris Tuban lainnya yang berasal dari Jawa Tengah. Yakni Adi Handoko, asal Dukuh Limbangan, Kecamatan Tersono, Batang, Yudhistira Rostriprayogi, asal Desa Cepokumulyo, Gemuh, Kendal dan Endar Prasetyo, asal Dukuh Limbangan, Tersono, Batang.

Adit dan lima terduga teroris yang ditembak mati diduga merupakan anggota Jamaah Ansaru Daulah (JAD). Kelompok ini menembaki petugas Polantas di Jenu Kabupaten Tuban dari dalam mobil Daihatsu Terios putih H 9037 BZ.

“Informasi dari penyidik jajaran Polda Jatim memang demikian. Ada beralamat di Kendal dan Batang,” tegas Kombes Pol Djarod Padakova Humas Polda Jateng saat dikonfirmasi terpisah.

Sementara, polisi juga menemukan STNK mobil Terios yang digunakan pelaku dan diketahui atas nama Hariyanto, warga Genuk Krajan VII RT 03 RW 04, Candisari, Semarang.
Namun saat dilakukan penelusuran ternyata Haryanto sudah tiga tahun tidak pulang ke alamat tersebut. “Sudah tidak pernah pulang ke sini. Saya tidak pernah melihatnya,” kata Ketua RT setempat Mawardi Iskak (41), sembari menambahkan jika rumah yang dulu ditempati Haryanto sekarang sudah ditempati orang lain. (far/MS-02)
You might also like

Comments are closed.