Terganjal Aturan Ini, Bonbin Mangkang Terancam Kelebihan Populasi Buaya

Pengunjung antre untuk masuk Bonbin Mangkang, Minggu (1/11). Foto: metrosemarang.com/khiruddin muhammad
Pengunjung antre untuk masuk Bonbin Mangkang, Minggu (1/11). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

 

METROSEMARANG.COM – Taman Margasatwa Semarang (Bonbin Mangkang) sampai saat ini belum bisa menambah atau bertukar koleksi satwa. Musababnya adalah belum adanya izin lembaga konservasi dari Kementerian Kehutanan.

Hal tersebut diakui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Margasatwa Semarang, Kusyanto (52), saat ditemui di Bonbin Mangkang, Minggu (1/11). Saat ini pihaknya masih mengurus proses perizinan di kementerian kehutanan.

“Kalau izinnya belum punya, kami tidak bisa menambah atau bertukar koleksi binatang jenis baru. Namanya izin lembaga konservasi,” ucapnya.

Berdasarkan aturan yang berlaku dari pemerintah, izin akan diberikan kalau manajemen Bonbin dikelola bukan pemerintah. “Jadi ini sudah mengarah menjadi perusahaan daerah (Perusda),” terangnya.

Kusyanto mencontohkan populasi buaya saat ini mencapai 60-70 ekor, dan terus berkembang biak serta bertambah banyak. Dia khawatir jika izin lembaga konservasi belum juga didapat nanti akan kelebihan populasi. “Kalau tidak dikeluarkan, nanti penuh buaya,” katanya.

Dia berharap pemerintah segera merealisasikan Bonbin Mangkang menjadi Perusda. Karena dia yakin manajemen pengelolaan perusda dapat berjalan lebih baik. “Kalau swasta, manajemen lebih optimal,” harapnya. (CR-08)

You might also like

Comments are closed.