Tergiur Harga Lelangan Mobil Murah, Rp. 355 Juta Amblas

Mobil Lelang (ilustrasi)
Mobil Lelang (ilustrasi)

SEMARANG – Mengaku sebagai seorang anggota Polisi, tiga pelaku penipuan sukses memperdaya Agus Budiharjo (55), warga jalan Amarta No 19 Semarang. Tergiur dengan lelangan tiga mobil dengan harga yang murah, ia malah harus merugi hingga Rp. 355 juta.

Kejadian yang menimpa Agus, diawali ketika 16 Oktober 2014 lalu, ia menerima telpon dari ketiga pelaku secara berurutan. Saat itu penelpon pertama mengaku sebagai AKBP RR. Di telepon pelaku menawarkan lelangan mobil Toyota Inova hanya dengan harga Rp. 110 juta.

Korban pun tergiur dan berusaha membelinya. Namun belum sempat mentransfer sejumlah uang yang diminta pelaku pertama, korban kembali ditelpon oleh kedua pelaku lain yang mengaku sahabat AKBP RR, kedua pelaku mengaku sebagai Kombes RKW dan Irjen Pol AC. Seperti halnya dengan pelaku pertama, mereka juga menawarkan lelangan mobil dengan harga yang sangat miring, yakni Daihatsu Xenia dengan harga Rp. 70 juta dan Mitsubishi Pajero dengan harga Rp. 250 juta. “Saya tahu AKBP RR, ia sahabat teman saya. Saya pun mengiyakan tawaran ketiganya,” tutur korban saat melapor ke Polisi Senin (20/10) malam.

Di hari berikutanya, korban yang percaya akhirnya mentransfer uang ke rekening yang diberikan pelaku. Ia mentransfer uang secara bertahap. Sebenarnya korban sempat curiga saat melihat rekening yang diberikan atas nama orang lain, namun tak dihiraukannya. “Saya transfer ke rekening BNI atas nama Bambang Prasetyo,” imbuhnya.

Usai proses pentransferan uang selesai, barulah korban merasa curiga karena tak kunjung dihubungi oleh pelaku. Ia pun meminta temannya untuk menanyakan kepada AKBP RR . Kemudian, betapa kagetnya ia, saat diberitahu temannya bahwa AKBP RR tidak pernah sama sekali menghubungi korban.

Sadar telah menjadi korban penipuan, korban pun hanya bisa tertunduk lesu menghadapi kenyataan uang ratusan juta miliknya lenyap. Saat ini, pihak Polrestabes Semarang yang menerima laporan tersangka tersebut, langsung berkoordinasi dengan jajaran Reskrim guna melakukan penyidikan terhadap aksi penipuan yang melibatkan nama anggota kepolisian tersebut. “Pelakunya harus tertangkap, sebelum jatuh korban lagi. Sekarang dia pasti masih berkeliaran bebas,” tandas Agus. (Yas)

You might also like

Comments are closed.