Terkena Proyek Tol Semarang-Batang, Empat Murid SD Tambak Aji 03 Pindah Sekolah

METROSEMARANG.COM – Empat murid SDN Tambak Aji 03 Ngaliyan, Semarang terpaksa pindah sekolah lantaran rumah yang mereka tinggali terkena dampak pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang. Susilowati, Kepala SDN Tambak Aji 03 Ngaliyan telah menerima surat pindah sekolah yang diajukan keempat wali muridnya.

Pambangunan Tol Semarang-Batang di wilayah Ngaliyan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ia menuturkan siswa yang pindah sekolah pasti sedikit banyak berdampak pada psikisnya, karena orangtua mereka ada yang membeli rumah baru setelah terkena penggusuran jalan tol.

“Di SD Tambakaji, ada tiga sampai empat siswa kelas II dan V yang sekarang sudah pindah ke Mijen, sekolahnya otomatis juga berada di sana,” ungkap Susilowati saat ditemui metrosemarang.com, Senin (13/3).

Karena itulah, Susilowati mengaku hingga saat ini masih mempersiapkan mental para siswanya yang akan direlokasi ke gedung PGSD Unnes Ngaliyan. Selain mengemasi perkakas kantornya, ia juga masih menunggu surat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang.

“Informasi awalnya kita diminta pindah ke PGDS pada bulan ini,” jelasnya.

Ia sendiri telah menyosialisasikan proses pemindahan sekolah kepada semua wali murid. Pun demikian dengan komite sekolah telah dia bicarakan secara rutin di setiap ada rapat.

Gedung PGSD selama ini tidak asing bagi para guru SDN Tambakaji. Menurutnya, semasa menjadi mahasiswi, dirinya juga menimba ilmu di lokasi tersebut. Hanya saja, ia akan memberikan pemahaman kepada tiap muridnya.

“Kalau toh kita harus pindah, ya akan pindah. Kita akan beradaptasi dengan lokasi baru. Ibaratnya, kalau pindahan ke rumah baru maka harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Kita tidak asing dengan gedung itu. Kita pernah belajar di sana,” terangnya.

Soal jarak tempuhnya yang relatif jauh, ia menganggap hal itu tak jadi soal. Menurutnya, lokasinya masih bisa dijangkau dengan transportasi umum. Ia bilabg masih ada akomodasi angkutan umum dan ojek.

“Kita hanya tinggal mempersempit potensi bahaya sekaligus meminimalisir kecelakaan jalan raya,” bebernya seraya menambahkan bahwa SDN Tambakaji sudah berdiri sejak 1968 silam. Sekolahan tersebut selama ini jadi rujukan warga setempat karena lokasinya yang strategis. (far)

You might also like

Comments are closed.