Terkendala Alat, Dua SMK di Jateng Gagal Ikut UNBK

METROSEMARANG.COM – Dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah batal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun ini karena masih terkendala kelengkapan sarana dan prasarana. Dua sekolah yang tidak ikut UNBK itu berada di Kabupaten Wonogiri dan Demak.

Pelaksanaan UNBK di SMK 8 Semarang, Senin (3/4). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Hampir semua sekolah ikut UNBK dan tahun ini hanya ada dua yang tidak bisa ikut, yakni di Wonogiri dan Demak,” ungkap Gatot Bambang Hastowo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng kepada metrosemarang.com, Senin (3/4) malam.

Kedua sekolah tersebut akhirnya diakomodir melaksanakan ujian secara manual dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) sembari menyelesaikan pengadaan peralatan komputernya. Dengan kata lain, Gatot menyatakan prosentase peserta UNBK 2017 mencapai 99,79 persen.

Menurutnya jumlah siswa yang ikut UNBK 221.895 jiwa dan total peserta Ujian Nasional Kesetaraan hanya terdapat 489 siswa.

“Bagi siswa SMK, SMA/MA yang belum mencapai kompetensi kelulusan, masih diberi kesempatan ikut ujian perbaikan (UNP) yang dijadwalkan pada bulan ini juga,” cetusnya.

Pelaksanaan UNBK SMK tahun ini digelar empat hari berturut-turut mulai 3 April-6 April. Ia menjamin tak ada kebocoran dalam pengerjaan soal UNBK lantaran telah diminalisir melalui mekanisme khusus.

“Jadi tidak ada penyimpanan soal tertulis. SMK yang belum memiliki jumlah komputer cukup, bisa menggunakan komputer milik SMA lain karena UNBK SMA masih tanggal 10-13 Maret. Demikian juga nanti kalau SMA UNBK, Kalau kurang bisa pinjam SMK,” kata Gatot lagi.

Ia mengatakan UNBK SMK di 35 kabupaten/kota saat ini masih berjalan lancar. Ia mengaku belum menerima masyarakat soal pelaksanaan ujian melalui posko yang ada di kantornya.

“Sampai saat ini masih lancar. Semuanya kami monitoring di 35 kabupaten/kota. Sampai sekarang belum ada keluhan berarti. Kalau ada kendala penting, pasti disampaikan kepada saya,” ujar Gatot.

Sementara, pelaksanaan UNBK di Semarang berjalan lancar. Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama adalah Bahasa Indonesia.

UNBK akan berlangsung hingga Kamis mendatang. Mata pelajaran yang diujikan secara berturut-turut adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran kejuruan.

Ratih Yuliawan Kepala SMK Bina Nusantara (Binus) mengatakan jika UNBK untuk sekolahnya hanya dilakukan satu shift saja. Pasalnya hanya ada 70 peserta yang mengikuti UNBK dengan jumlah komputer yang dimiliki sekolah sebanyak 80 unit.

“Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala sama sekali, semua siswa bisa mengerjakan materi soal yang diberikan,” katanya. (far/vit)

You might also like

Comments are closed.