Terkesan Suporter Semarang, Alcorse Ingin Bertahan di PSIS

Julio Alcorse saat mencetak gol penalti ke gawang PSGC Ciamis. Foto Metrosemarang/MS-01
Julio Alcorse saat mencetak gol penalti ke gawang PSGC Ciamis. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – Satu musim berkostum biru PSIS ternyata sudah cukup memberi kesan mendalam buat Julio Alcorse. Dukungan suporter Semarang yang luar biasa ‘gila’, menjadi salah satu alasan pesepakbola Argentina ini enggan beranjak dari Kota Lumpia.

Kerjasama Julio Alcorse dan PSIS sejatinya sudah berakhir sejak 10 November 2014 kemarin. Namun, alumni akademi Boca Juniors ini mengaku masih ingin lebih lama lagi mengenakan jersey Mahesa Jenar. Menurutnya, PSIS sudah memberikan kesan spesial dalam perjalanan kariernya sejak kali pertama merumput di Indonesia pada 2011 silam.

“Saya nggak bisa kata soal suporter di sini (Semarang). Mereka sangat luar biasa. Mereka selalu ada di manapun PSIS main. Sekalipun PSIS sedang mengalami musibah, suporter juga tetap memberikan dukungan. Bagi saya ini benar-benar ‘gila’,” kata pesepakbola 33 tahun itu.

Itulah salah satu alasan Alcorse ingin diberi kesempatan untuk mengenakan jersey biru berlogo Tugu Muda di dada. Pemain kelahiran Santa Fe, Argentina ini juga memberi kredit terhadap manajemen dan seluruh personel yang terlibat dalam skuad PSIS musim ini. Menurutnya, selama ini hubungan manajemen dan pemain sangat harmonis dan tak pernah ada konflik baik di kamar ganti maupun pembayaran gaji.

Pemilik nama lengkap Julio Cesar Alcorse itu tetap menempatkan PSIS sebagai prioritas pelabuhan kariernya musim depan, sekalipun ada tawaran dari klub lamanya, Marsaxlokk FC untuk kembali berkompetisi di Eropa. “Sampai saat ini saya hanya pikirkan PSIS. Klub lama saya di Malta juga sudah menghubungi untuk kembali, tapi saya tetap ingin bersama PSIS.  Seperti kata Bos Yoyok (CEO PSIS) yang mau mempertahankan semua pemain, jadi prioritas saya tetap PSIS,” tandasnya.

Ayah seorang putri bernama Catalina ini juga belum mau memikirkan wacana regulasi baru PT Liga Indonesia yang menginginkan klub Divisi Utama menggunakan 100 persen pemain lokal mulai musim depan. Dia berharap, aturan tersebut belum final, sehingga masih ada kesempatan bagi dirinya maupun Ronald Fagundez untuk berseragam PSIS.

“Saya suka semangat tim ini yang banyak pemain-pemain muda. Jika mereka tetap dipertahankan, musim depan PSIS bisa lebih kuat lagi. Mudah-mudahan aturan itu (pemain asing) bisa berubah dan Tuhan masih kasih kesempatan saya untuk membela PSIS lagi,” tuturnya.

Penalti Panenka

Selain suporter dan masyarakat Semarang yang bersahabat, Alcorse juga punya kesan khusus tentang penampilannya bersama Fauzan Fajri dkk. Inilah musim tersubur Alcorse sejak berkompetisi di Indonesia pada 2011. Sebelum PSIS, pemain bernomor 10 itu juga pernah bermain untuk PSMS Medan, Persibo Bojonegoro dan Persijap Jepara.

Di tiga klub tersebut, total 16 gol dia kemas, masing-masing enam untuk PSMS dan Persijap, serta empat gol saat bersama Persibo. “Bagi saya, musim ini sungguh luar biasa. Apa yang saya capai sudah lebih dari cukup. Puas, tapi masih sedih karena PSIS gagal ke semifinal,” ucapnya.

Soal gol yang paling berkesan musim ini, Alcorse memilih gol kedua ke gawang PSGC Ciamis pada 18 Oktober silam. Dia mencetak gol dari titik putih ala Antonin Panenka dengan men-chip bola ke bagian tengah gawang. “Saya suka gol itu. Istri saya juga sempat kaget kenapa saya sangat confident bikin gol seperti itu,” ucapnya sambil tersenyum. (*)

BIO ALCORSE

Nama Lengkap Julio César Alcorsé

Tanggal Lahir 17 September 1981

Tempat Lahir   Santa Fe, Argentina

Tinggi 191 cm

Peranan Striker

 

Statistik Musim Ini

Main 17           13 Gol (3 penalti)

 

 

 

 

 

 

 

You might also like

Comments are closed.