Terlibat Konflik, Pengembang Palm Hill Diprotes Warga Gajahmungkur

METROSEMARANG.COM – Konflik di kawasan pengembang properti kembali muncul di Semarang. Setelah sebelumnya, pengelola Apartemen Candi Land berseteru dengan warga Siranda, kali ini giliran pengembang perumahan super premium, Palm Hill yang terlibat hal serupa.

Aparat kepolisian berjaga-jaga di Jalan Lamongan Timur, Senin (23/1). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Palm Hill yang berada di Jalan Lamongan Timur, Bendan Ngisor Gajahmungkur ini sejak Agustus 2016 diduga bertindak sewenang-wenang.

Metrosemarang.com yang memantau di gerbang masuk Palm Hill pada Senin (23/1), hanya beberapa kendaraan yang boleh masuk. Mobil pikap pembawa pasir yang kebetulan melintas langsung disetop oleh satpam perumahan.

Mardyanto, warga setempat mengaku kecewa berat dengan ulah pihak Palm Hill karena menghambat aktivitasnya tiap hari. “Pihak Palm Hill secara sepihak memutus aliran listrik, bahkan melarang truk pasir masuk ke perumahan,” keluhnya, Senin (23/1).

“Sekarang kalau mau nyalain listrik disuruh bayar Rp 20 juta. Tarif air bersih juga sama, padahal setelah kita tanyakan kepada PDAM nilainya tidak sebesar itu,” imbuhnya.

Alhasil, ia yang tengah membangun kavling perumahan skala kecil di area Palm Hill pun menjadi terhambat. Bukannya mempermudah aktivitas warganya, Palm Hill justru mempersulit akses masuk.

Tak hanya itu saja, katanya, aksi saling klaim pun muncul. Palm Hill menyatakan akses masuk di Jalan Lamongan Timur dibatasi hanya kendaraan pribadi lantaran akses tersebut sejak lama telah menjadi miliknya.

Namun, fakta di lapangan diketahui bahwa jalan itu merupakan milik umum yang berada di bawah pengelolaan Pemkot Semarang.

“Sebelum jadi perumahan, Jalan Lamongan Timur sudah ada sejak lama. Itu bukan fasilitas umum Palm Hill,” cetus pria yang jadi Humas The Priority itu.

Kekecewaannya memuncak tatkala mendapati petugas PLN dan pekerja bangunan yang dilarang masuk ke dalam perumahan.

“Saya kecewa masa’ mau bangun rumah sampai pasang listrik sendiri enggak boleh, ini ada apa sebenarnya,” kata Mardyanto.

Saat dikonfirmasi mengenai keluhan tersebut, Rahadi sebagai pengelola Palm Hill menegaskan akan bertemu dengan pimpinan perusahaannya untuk membahas polemik ini. Tapi ia bersikeras bahwa Jalan Lamongan Timur merupakan akses pribadi milik perusahaannya.

“Itu milik Palm Hill, kalau mau menyelesaikan masalah mari kita bertemu langsung agar semuanya clear,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.