Terlibat Konflik dengan Ribuan Buruh, Bos Simoplas Justru Mengundurkan Diri

METROSEMARANG.COM – Ribuan buruh pabrik Simoplas Mangkang Semarang kembali turun ke jalan untuk menagih janji pihak manajemen agar segera melunasi tunggakan upahnya selama 13 bulan terakhir.

Aksi buruh Simoplas, Rabu (19/4). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Hari ini, Rabu (19/4) pagi, mereka mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) karena mengendus gelagat buruk dari Direktur Umum Simoplas Markus Wihajaya yang memilih mengundurkan diri ditengah konflik yang kian memanas.

Metrosemarang.com memantau saat berjalan kaki dari Jalan Ahmad Yani, ribuan buruh Simoplas meminta manajemen pabriknya agar bertanggungjawab membayar semua upahnya.

“Markus curang karena alasan sakit, dia tiba-tiba mundur dari jabatannya. Seharusnya dia patut bertanggungjawab menuntaskan pembayaran upah yang menunggak selama 13 bulan terakhir,” ungkap Zaenuddin, koordinator para buruh dari perwakilan KSPI Kota Semarang.

Ia pun menuding tindakan pengunduran diri itu sebagai buah pengkhianatan karena berusaha lepas dari tanggungjawab. “Dia pengkhianat. Ini tentu menunjukkan itikad buruk dari pihak manajemen yang menolak melunasi pembayaran upah kami,” terangnya lagi.

Lebih jauh lagi, ia meminta pihak Disnakertrans supaya lekas menyeret pimpinan Simoplas ke meja hijau. Sebab, hingga saat ini mediasi kedua belah pihak tak kunjung membuahkan hasil.

Saat ini, terdapat 1.158 buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja dari pihak pabrik. Buruh Simoplas tetap menginginkan pembayaran upah sebesar Rp 18 juta per orang ditambah pesangon Rp 59 juta untuk tiap orang.

Walau begitu, pimpinan pabrik menyatakan hanya menyanggupi pembayaran Rp 15 Miliar tanpa embel-embel apapun.

“Mediasinya selalu buntu. Tidak pernah membuahkan hasil yang menggembirakan buat kami. Padahal, mereka juga punya kewajiban membayarkan pesangon untuk tiap pekerja Rp 59 Juta per orang. Makanya, kami hari ini menemui dinas lagi,” tegasnya.

Di tengah carut-marut manajemennya, Pabrik Simoplas yang bergerak di bidang plastik itu masih berproduksi dalam jumlah terbatas. Zaenuddin bilang pabriknya sudah kembang-kempis karena biaya produksinya kini ditopang suntikan dana pinjaman melalui sistem Kerjasama Operasional (KSO).

Sementara itu, pihak Disnakertrans Kota Semarang hingga berita ini diturunkan masih menggelar pertemuan dengan para buruh di Jalan Ki Mangunsarkoro. (far)

You might also like

Comments are closed.