Teror Api Misterius di Jangli Tlawah, Tiga Rumah Warga Dirukiyah

Rumah Kastari yang ikut terbakar akibat kemunculan api misterius. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Rumah Kastari yang ikut terbakar akibat kemunculan api misterius. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Sejumlah warga Kampung Jangli Tlawah III Candisari, Semarang, mengaku masih resah dengan kemunculan api misterius yang membakar rumah keluarga Kastari. Gani Priyanto, sesepuh Kampung Jangli bahkan menyebut kejadian ini baru pertama kali muncul di kampungnya.

“Yang membuat saya tak habis pikir, tidak ada arus pendek dan tidak muncul bau gas, tapi tiba-tiba rumahnya Pak Ruswanto (adik kandung Kastari) tiba-tiba dilalap api. Baru kali ini terjadi di kampung saya,” kata Gani, saat ditemui metrosemarang.com di lokasi kejadian, Minggu (21/2).

Lelaki berusia 60 tahun ini mengungkapkan, warga maupun aparat kepolisian yang mendapati kejadian aneh tersebut hingga saat ini belum mampu mengungkap fakta sebenarnya. “Sudah lapor polisi sama BPBD, tapi mereka angkat tangan. Karena memang tak ada satu pun penyebabnya,” sambungnya.

Kampung Jangli Tlawah Gang III lanjut Gani, memang selama ini terkenal tenteram tanpa ada konflik yang mencolok antarwarga. Oleh karena itu, ia pun terus menelisik apa penyebab sebenarnya dari fenomena api misterius yang membakar rumah keluarga Kastari.

Ia juga menyangsikan bila penyebab munculnya api misterius ini berkaitan dengan kontur tanah Kampung Jangli yang berada di perbukitan. “Tidak ada kajian ilmiah yang menyebutkan kalau tanah pegunungan bisa mengeluarkan api,” katanya.

Berdasaran hisorisnya, Kampung Jangli Tlawah awalnya berasal dari tanah kosong di perbukitan Candisari Semarang. Ia berkata, lambat laun tanah itu kemudian dihuni orang-orang asli Semarang yang terdesak arus urbanisasi.

Ia sendiri merupakan warga asli Candisari yang telah menempati Kampung Jangli sejak puluhan tahun silam. Saat ini, Kampung Jangli Tlawah III dihuni 450 KK yang tersebar di beberapa RT lingkungan RW V.

“Sejak 1987 silam sampai sekarang, tidak pernah ada kejadian aneh seperti ini. Selama ini aman dari kejahatan,” tegasnya.

Gani berharap, fenomena api misterius yang terus menerus meneror warganya segera sirna. Sebab, warga saat ini merasa terganggu dengan kejadian itu. “Lebih baik warga memperbanyak ibadah dan jangan percaya dengan hal-hal mistis. Percayalah kepada Allah Swt,” ujar Gani.

Ia menyatakan, sejak dua malam terakhir sejumlah paranormal telah ihtiar untuk mengusir arwah yang mengganggu rumah keluarga Kastari.

“Belasan paranormal sudah merukiyah tiga rumah milik keluarga Kastari. Saya berharap, fenomena api misterius ini segera hilang agar tidak merepotkan pemilik rumah,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.