Teror “Darth Vader” di Gang Tanjungsari Ngaliyan, Incar Bokong Mahasiswi

Gang Tanjungsari Ngaliyan menjadi lokasi pria misterius untuk melancarkan aksi pelecehan. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Gang Tanjungsari Ngaliyan menjadi lokasi pria misterius untuk melancarkan aksi pelecehan. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Sesosok pria misterius belakangan ini kerap ‘meneror’ terhadap para wanita yang melintas di Gang Tanjungsari Kelurahan Tambakaji Ngaliyan. Pria berbadan gemuk itu sering melakukan pelecehan seksual dan kebanyakan korbannya adalah mahasiswa UIN Walisongo yang ngekos di belakang kampus 3.

Salah satu korban berinisial E mengungkapkan, dirinya memang sudah sering mendengar cerita tentang pelecehan di Gang Tanjungsari. Sampai baru-baru ini, dia mengalami sendiri pelecehan tersebut saat pulang kerja sekitar jam 21.45. “Ternyata dalam sehari itu ada tiga korban. Saya korban kedua waktu itu,” tutur mahasiswi ini kepada metrosemarang.com, Senin (1/2) malam.

Menurut penuturan E, pelaku biasanya melancarkan aksinya dengan mengendarai sepeda motor. Dia akan mengikuti korban dari belakang. Jika keadaan sepi, pelaku akan berusaha memegang bokong atau bagian dada korban.

Hal itu sudah dilakukan berkali-kali hingga membuat mahasiswi resah. Mereka juga dibayangi rasa takut jika melewati gang tersebut sendirian, mengingat gang tersebut satu-satunya akses keluar masuk para mahasiswi untuk mencari makan dan keperluan lainnya.

Lebih lanjut, E mengungkapkan, dirinya masih ingat pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Vega warna kombinasi merah putih dengan nopol H-6687-IQ. Laiknya tokoh film Star Wars, Darth Vader, pelaku selalu mengenakan helm full face saat melancarkan aksinya. “Orangnya pakai baju garis-garis putih hitam, rambut ikal agak gondrong, badan gemuk dan memakai helm tertutup,” beber E.

Dia berharap pihak berwajib ikut turun tangan untuk mengungkap kasus ini, mengingat pelecehan tersebut tidak terjadi hanya sekali saja. Bahkan, pelaku tak hanya mengincar mahasiswi, ibu-ibu juga ada yang pernah menjadi korban.

E menyarankan agar warga yang melintas di Gang Tanjungsari, khususnya wanita, berani malakukan perlawanan jika sewaktu-waktu mengalami pelecehan. “Kalau misal sendirian atau berdua lewat Gang Tanjungsari dalam keadaan sepi, jika ada yang berbuat macam-macam teriak sekeras mungkin agar segera mendapat pertolongan,” sarannya. (CR-08)

You might also like

Comments are closed.