Teror ‘Petrus’ di Magelang Mulai Terkuak, Pelaku Diduga Residivis

METROSEMARANG.COM – Setelah melakukan penyelidikan intensif selama sepekan, jajaran Polres Magelang Kota mulai menemukan titik terang terkait kasus penembakan misterius (petrus) yang meresahkan warga Kota Gethuk. Polisi juga sudah mengamankan salah seorang kerabat terduga pelaku, yang saat ini masih dalam pengejaran.

Pada Jumat (29/4) dini hari sekitar pukul 02.00, polisi meringkus seseorang berinisial S, warga Magersari, lembah Gunung Tidar Kota Magelang, yang tidak lain adalah kakak pelaku penembakan. S juga mengakui bahwa adiknya tersebut adalah otak serangkaian teror penembakan selama ini.

Tim Inafis Polda Jateng melakukan rekonstruksi di lokasi penembakan di Kota Magelang, Kamis (28/4) malam. Foto: metrojateng.com
Tim Inafis Polda Jateng dan Tim Labfor Mabes Polri Cabang Semarang melakukan rekonstruksi di lokasi penembakan di Kota Magelang, Kamis (28/4) malam. Foto: metrojateng.com

“Namun kakak pelaku masih belum bisa memberikan keterangan banyak, karena masih dalam pengaruh narkoba,” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Edy Purwanto, Jumat (29/4).

Ia mengatakan, setelah mendapatkan banyak keterangan dari saksi, korban maupun barang bukti dan lainnya, maka petugas segera melakukan penyergapan di rumah tersangka. Namun, tersangka keburu kabur saat petugas tiba di rumahnya.

“Kami hanya mendapati kakaknya beinisial S dan kebetulan saat penggeledahan yang bersangkutan sedang di bawah pengaruh sabu-sabu. Jadi ia ditangkap karena kasus narkoba,” terang Edy.

Edy menyebutkan, terduga pelaku penembakan dengan senjata angin, berusia di bawah 30 tahun dan pofesinya adalah petugas keamanan. Dia juga mantan narapidana dengan kasus penganiayaan, dan baru dua bulan lalu keluar dari Lembaga Pemasyarakatan kelas 2 A Kota Magelang.

Saat penggeledahan, polisi menemukan sepucuk senapan angin, peluru angin, gotri, pedang, korek api, dan sangkur. Menurut Edy, gotri tersebut identik dengan gotri yang ditemukan di tubuh salah satu korban penembakan.

Namun, dia belum bisa menyimpulkan motif di balik kasus tersebut. “Kami tidak akan bicara soal motif, sebelum mendapat keterangan langsung dari tersangka,” tegasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 13 warga Magelang menjadi korban penembakan dengan senjata angin oleh orang misterius. Dari jumlah itu sebanyak 12 adalah perempuan muda dan satu laki-kali. Namun tidak menutup kemungkinan, jumlah korban bertambah karena banyak yang enggan lapor.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang dan tim Inafis Polda Jateng juga dikerahkan untuk pengungkapan kasus ini. Mereka juga sudah menggelar rekonstruksi pada Kamis (28/4) malam. Rekosntruksi digelar di tiga tempat kejadian perkara (TKP) meliputi kios buah Jalan Ikhlas, Toko Buku Jaya Jalan Pemuda (Pecinan), dan depan salah satu bank di Jalan Tidar, Kota Magelang. (metrojateng.com/MJ-24)

You might also like

Comments are closed.