Tersangka Deposito Pemkot Belum Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Diah Ayu K didampingi pengacaranya, menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor Polrestabes Semarang. Foto: metrosemarang/ilyas aditya
Diah Ayu K didampingi pengacaranya, menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor Polrestabes Semarang. Foto: metrosemarang/ilyas aditya

SEMARANG – Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi uang deposito Pemkot Semarang oleh Polrestabes Semarang, Diah Ayu Kusumaningrum (DAK) belum juga ditahan. Polisi berdalih masih menungguh hasil audit kasus tersebut.

Sampai saat ini, kepolisian hanya masih melakukan pencekalan terhadap tersangka agar tidak bisa bepergian keluar negeri. Dalam hal ini pihak Polrestabes sendiri sudah berkoordinasi dengan Imigrasi. Sedangkan, satu tersangka lainnya, Suhantoro telah lebih dulu ditahan Kejari Semarang dalam kasus berbeda.

Menurut  Kepala Unit Tipikor Sat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Zaenul Arifin, penahanan belum dilakukan jarena pihaknya masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami tunggu audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) keluar. Kalau sudah ada, diketahui kerugian negara, baru ada kemungkinan ke arah situ (penahanan),” kata dia, Selasa (12/5).

Kendati demikian, terkait kasus tersebut penyidik telah menyita beberapa barang bukti, di antaranya; bilyet deposito DG 199515, slip setoran dari tahun 2009 sampai tahun 2014 dari Pemkot, slip setoran tahun 2009 sampai 2014 dari BTPN, rekening koran tahun 2008 sampai 2014 dari pemkot dan BTPN, slip aplikasi pembukaan deposito, dan surat menyurat.

Selain itu, sejumlah saksi sudah diperiksa, total hingga 20 orang yang terdiri dari pihak BTPN dan Pemkot Semarang termasuk mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Seperti yang diketahui, Polrestabes Semarang menangani kasus ini berdasar surat laporan dari Kepala DPKAD Kota Semarang Yudi Mardiana ke Kapolrestabes Semarang, sesuai surat nomor 331/219 tertanggal 21 Januari 2015. Ini tentang perbedaan saldo antara rekening koran yang diterima Pemerintah Kota Semarang  dengan data yang ada pada  Bank BTPN. (yas)

You might also like

Comments are closed.