Tersangka Korupsi Dana KONI Semarang Segera Duduk di Kursi Pesakitan

METROSEMARANG.COM – Mochtar Hidayat, tersangka kasus korupsi dana hibah KONI Kota Semarang tahun 2012-2013, dalam waktu dekat bakal menjalani proses persidangan perdana di Pengadilan Tipikor setempat. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang telah melimpahkan berkas perkara terdakwa pada Selasa (10/5) sore.

Hal itu dibenarkan oleh Zahri Aeniwati SH, JPU Kejari Semarang saat dikonfirmasi awak media. “Memang sudah dilimpahkan,” katanya.

Ilustrasi
Ilustrasi

Ditemui secara terpisah, Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi Tipikor Semarang, Heru Sungkowo bukti-bukti pelimpahan berkas terdakwa kini sudah tercatat dalam dokumen bernomor perkara 68/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Smg.

Untuk itu, terdakwa akan menjalani persidangan perdana di Tipikor. Terdakwa selama ini harus mendekam di tahanan sejak 19 April sembari menunggu pelimbahan berkasnya rampung.

“Sudah kami terima. Tinggal diajukan ketua dan menunggu penetapan majelis hakim pemeriksa dan jadwal sidangnya,” paparnya.

Mochtar merupakan satu dari sekian banyak orang yang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus korupsi dana hibah KONI Semarang.

Akibat perbuatannya, ia didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasla 18 ayat 2 UU nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Lalu, subsidair melanggar Pasal 8 UU yang sama. Dan lebih-lebih subsidair melanggar Pasal 9 UU yang sama.

“Kami sudah menerima dakwaannya, tinggal menunggu penetapan pengadilan,” aku Umar Maruf, kuasa hukum terdakwa.

Seperti diketahui, Mochtar ditetapkan tersangka penyidik Kejari Semarang Agustus 2015 bersama dua pengurus KONI Sudibyo, ketua Cabang Olahraga (Cabor) basket pejabat pengadaan dan Teguh Widodo, wakil bendahara II.

Penyidik belum menahan dan melimpahkan ke pengadilan.
Mochtar disangka korupsi bersama Teguh, Sudibyo, serta dua pengurus lain, Suhantoro dan Djody Aryo Setiawan, mantan sekretaris dan bendahara KONI (sudah dipidana).

Penyimpangan pengelolaan dan penggunaan dana hibah KONI Semarang tahun 2012 dan 2013 merugikan negara Rp 1.575.730.212 sebagaimana dakwaan Djody dan Suhantoro lalu.

Pada perkara sebelumnya Djody dinyatakan terbukti memperkaya diri sekitar Rp 50 juta sementara Suhantoro sekitar Rp 192 juta. Namun atas kerugian itu, tidak diungkapkan jelas. (far)

You might also like

Comments are closed.