Tersingkir di Piala Presiden Bisa Untungkan PSIS

METROSEMARANG.COM – Kegagalan di Piala Presiden tak terlalu diratapi PSIS. Kini klub berjuluk Mahesa Jenar itu bisa lebih fokus memersiapkan diri untuk kompetisi resmi yang dijadwalkan bergulir mulai 3 Maret mendatang.

Akbar Riansyah (kiri) bakal punya cukup waktu memersiapkan diri jelang bergulirnya Liga 1 2018. Foto: metrosemarang.com

PSIS mengakhiri Piala Presiden 2018 di peringkat tiga Grup E. Kemenangan atas Persela Lamongan belum cukup meloloskan Haudi Abdillah dkk ke babak 8 besar, karena di dua laga sebelumnya mereka kalah dari Bhayangkara FC dan Arema FC.

Jika dibandingkan sesama tim promosi, Persebaya Surabaya dan PSMS Medan, prestasi PSIS tentu saja yang paling buruk. Dua tim tersebut sukses melaju ke fase berikutnya.

PSMS yang berada di Grup A lolos sebagai runner up mendampingi Sriwijaya FC. Laskar Ayam Kinantan menyisihkan Persib Bandung dan PSM Makassar yang sebenarnya lebih diunggulkan.

Persebaya malah lolos sebagai juara Grup C, mengungguli Madura United, PS TNI dan Perseru Serui. Bahkan skuad Alfredo Vera belum sekalipun menelan kekalahan dan memetik dua kemenangan.

Tapi, di satu sisi kegagalan tersebut justru memberi keuntungan buat PSIS. Setidaknya masih ada jeda sebulan untuk berbenah sebelum Liga 1 digulirkan.

“Setelah ini kami akan menggelar TC (pemusatan latihan), juga agenda ujicoba. Tanggal 4 (Februari) nanti kami ada ujicoba di Jepara, tanggal 10 lawan Persiba (Balikpapan) di Sleman dan akhir bulan lawan Timnas U-23,” kata Subangkit, pelatih PSIS.

“Piala Presiden memberi pengalaman penting bagi kami, terutama mental pemain. Anak-anak mulai membiasakan diri bermain di level yang lebih tinggi,” pelatih 58 tahun itu menambahkan.

Sejak awal Subangkit dan anak buahnya memang tidak dibebani target oleh Manajemen Mahesa Jenar. Piala Presiden tetap dianggap sebagai ajang pramusim untuk mengukur kekuatan tim.

Piala Presiden yang tahun ini memasuki edisi ketiga, sebenarnya juga masih menimbulkan kontroversi. Meski hanya turnamen pramusim, pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert menilai sejumlah tim terkesan betul-betul menjadikan Piala Presiden sebagai prioritas utama.

Bahkan, dia merasa ada kompetisi sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai. Faktor hadiah yang menggiurkan menjadi pemicunya. Maklum saja, pemenang turnamen ini bakal diguyur hadiah Rp 3,3 miliar, runner up Rp 2,2 miliar dan juara ketiga Rp 1,1 miliar.

Belum lagi dengan match fee yang bisa dikantongi masing-masing kontestan. Pada fase grup, setiap kemenangan diganjar Rp 125 juta dan seri Rp 100 juta. Bahkan tim yang kalah pun tetap berhak mengantongi ‘uang lelah’ Rp 75 juta.

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy juga tidak sepenuhnya mendukung Piala Presiden. Jika bisa memilih, pria asal Skotlandia itu lebih suka memberi waktu libur yang cukup buat pemainnya.

“Kompetisi baru selesai akhir November, kami sudah harus mempersiapkan diri untuk Piala Presiden. Saya lebih suka memberi waktu Istirahat untuk pemain, sehingga mereka bisa lebih fresh secara psikologis sebelum memasuki musim baru,” kata Simon, usai laga Bhayangkara vs PSIS, 20 Januari lalu.

Tradisi Buruk

Piala Presiden memang tidak bisa memberi jaminan sukses di kompetisi resmi. Tengoklah nasib tim-tim semifinalis Piala Presiden 2017 dan peringkat mereka di klasemen akhir Liga 1 musim lalu.

Arema FC (dulu Arema Cronus) yang menjadi juara harus puas finish di peringkat 9. Borneo FC sebagai runner up, setingkat lebih baik dan mengakhiri kompetisi di tangga kedelapan.

Semifinalis lainnya, Persib Bandung yang jor-joran belanja pemain bahkan terlempar dari 10 besar. Nasib lebih buruk dialami Semen Padang yang harus turun kasta ke Liga 2.

Prestasi itu berbanding terbalik dengan tim-tim yang musim lalu menghuni lima besar klasemen akhir. Bhayangkara FC yang terhenti di babak perempat final Piala Presiden 2017, justru menjadi kampiun Liga 1

Persija Jakarta yang sampai menjejak perempat final Piala Presiden 2017, juga sukses finish di peringkat keempat. Bahkan, Bali United yang menjadi juru kunci di fase grup malah tampil impresif di kompetisi resmi dan finish sebagai runner up.

Piala Presiden 2018 telah memasuki babak perempat final yang akan dimulai pada 3 dan 4 Februari di Stadion Manahan Solo. Selanjutnya babak semi final bakal diputar dengan format home away dan partai final digelar pada 17 Februari di Gelora Bung Karno. (twy)

You might also like

Comments are closed.