Tertibkan Kendaraan yang Overload Muatan, Dishub Siapkan Timbangan Portable

METROSEMARANG.COM – Sebuah terobosan dilakukan Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk mengurangi potensi kerusakan jalan akibat dilewati oleh kendaraan yang overload muatan. Yakni dengan membeli alat timbang portable untuk mengukur jumlah muatan kendaraan khususnya truk besar.

Wali kota memantau operasi pengecekan muatan truk besar yang dilakukan Dishub di Jalan Kaligawe, Senin (10/7). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Penggunaan alat tersebut, telah dilakukan Dishub dengan mengecek jumlah muatan beberapa truk besar yang melintas Jalan Kaligawe di Kecamatan Genuk, Senin (10/7). Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, langsung memantau kegiatan yang bekerjasama dengan pihak kepolisian tersebut.

Wali kota yang akrab disapa Hendi itu mengatakan, alat timbang portable merupakan sebuah alat kecil tapi dinamis yang bisa untuk mengecek truk besar yang ditengarai kelebihan muatan. Truk tinggal diminta melewati alat tersebut lalu akan keluar resi cetakan yang menyebutkan jumlah muatannya.

”Misalnya jalan kapasitasnya mungkin 10 ton atau 30 ton, tapi tercatat di alat tonasenya truk besar tersebut mencapai 46 ribu kilo atau 46 ton sehingga bisa menyebabkan jalan cepat rusak,” kata Wali Kota Hendi, saat meninjau pengecekan muatan truk besar di Jalan Kaligawe.

Dari beberapa truk yang dicek, hasilnya diketahui ada hingga 7 truk melewati Jalan Kaligawe yang muatannya melebihi kapasitas jalan. Menurut Hendi, Jalan Kaligawe ini sebenarnya jalan nasional tapi sering jadi masalah buat Kota Semarang karena kerusakan akibat faktor kelebihan muatan itu.

”Supir truk tersebut mengaku hanya disuruh bos perusahaannya untuk mengantar barang, tidak tahu soal muatannya. Maka kami sampaikan kepada supir supaya menyampaikan kepada bos perusahaannya bahwa di Semarang ada operasi penertiban muatan supaya ditaati,” katanya.

Ditambahkan, alat timbang portable saat ini baru ada satu unit, namun di perubahan anggaran nanti akan ditambah supaya jangkauan pengecekan truk bisa lebih luas. Truk yang diketahui melanggar dipastikan akan dikenai sanksi tilang oleh pihak Satlantas Polretabes Semarang yang berwenang.

Kepala Dishub Kota Semarang Muhammad Khadik mengakui, alat timbang portable ini memang inovasi dalam rangka menjaga fasilitas umum khususnya jalan. Karena banyak sekali jalan yang cepat rusak ternyata dari hasil operasi karena banyak angkutan yang overload muatannya.

”Banyak angkutan umum yang overload melebihi ketentuan muatan dibandingkan kelas jalannya. Operasi rutin pengecek muatan ini akan dilaksanakan rutin supaya fasilitas jalan ini bisa terjaga baik,” katanya.

Disebutkan, untuk pembelian alat ini per unitnya mencapai Rp 168 juta, namun di perubahan anggaran akan pengadaan lagi supaya pengecekan bisa dilaksanakan di beberapa tempat. Rencananya akan mengajukan setidaknya dua unit alat timbang portable lagi. (duh)

You might also like

Comments are closed.