Terungkap, Ini Alasan M Ridwan ‘Menghilang’ dari Skuad PSIS

METROSEMARANG.COM – CEO PSIS Yoyok Sukawi buka suara terkait status M Ridwan yang mendadak ‘menghilang’ dari skuad Mahesa Jenar jelang away ke kandang Persita Tangerang. Posisi gelandang senior itu digantikan Andrid Wibawa di detik-detik terakhir penutupan bursa transfer.

M Ridwan, usai mencetak gol saat PSIS menang atas Persiba Bantul. Foto: metrosemarang.com

PSIS baru saja mengukir kemenangan telak atas Persita Tangerang pada lanjutan babal 16 besar Liga 2, Jumat (29/9). Gol Ahmad Agung di babak pertama ditambah dua dari Rifal Lastori memberi tiga poin buat skuad racikan Subangkit.

Namun pesta gol PSIS tersebut tanpa kontribusi M Yunus dan Erik Dwi Ermawansyah yang harus menepi karena dibebat cedera usai laga kontra Persibat Batang.

M Ridwan yang semula disiapkan untuk mengisi salah satu peran di lini tengah juga tidak bisa tampil. Belakangan diketahui, eks penggawa Persib Bandung itu terdepak dari skuad PSIS.

Yoyok memastikan bahwa Ridwan masih menjadi bagian PSIS. “Menjelang penutupan bursa transfer, tim pelatih melakukan rapat untuk menambah kebutuhan tim di babak 16 besar. Dengan kondisi banyak pemain yang cedera, membuat stok pemain gelandang kurang,” kata dia.

Akhirnya tim pelatih memutuskan untuk mencari pemain baru. Pada bursa transfer tahap tiga ini, PSIS menambah tujuh pemain di beberapa pos yang dinilai masih rawan.

Mereka adalah Fajar Setya Jaya (kiper), Ali Khumaidi (stopper), Nanang Wahyudi (bek sayap), Adit Wafa (gelandang), Sholihul Islam (striker), Aldair Makatindu (striker) dan Andrid Wibawa (winger/gelandang serangan).

Sebelumnya PSIS sudah melepas satu pemain senior, Johan Yoga dan posisinya diisi Ali Khumaidi. Dengan masuknya Andrid Wibawa yang berstatus pemain di atas 25 tahun, mau tidak mau manajemen harus melepas satu pemain senior lagi.

Sebab, sesuai regulasi PSSI hanya mengizinkan tim mengontrak lima pemain di atas 25 tahun. Selain Ridwan, kuota itu diisi Hari Nur, M Yunus, Franky Mahendra dan Khumaidi.

“Akhirnya kami memutuskan untuk menarik M Ridwan dari pendaftaran dan posisinya diisi Andrid Wibawa karena kami butuh pemain yang benar-benar siap. Tapi Ridwan masih tetap menjadi bagian PSIS karena dia masih terikat kontrak dengan kami. Hanya saja perannya sebagai motivator bagi pemain-pemain PSIS,” imbuh Yoyok.

Pria yang juga Ketua Komisi E DPRD Jateng tersebut juga membeber kesulitan timnya untuk berburu pemain pada bursa transfer kali ini.

“Semula kami memang ingin mendatangkan pemain dari Liga 1. Tapi sampai last minute hal itu sulit terwujud karena pemain incaran kami tidak dilepas timnya,” dia menambahkan.

Yoyok juga menepis anggapan terjadi perpecahan di kubu PSIS. “PSIS masih kondusif. Yang jelas kami mencari pemain sesuai kebutuhan tim, meskipun bukan pemain bintang,” tegasnya.

Bersama PSIS musim ini, Ridwan sudah mengemas empat gol, termasuk gol penalti ke gawang Persiba Bantul di fase reguler. Pemain 37 tahun itu sebenarnya sempat menjadi pilihan utama, namun faktor kebugaran membatasi penampilannya.

Di babak 16 besar, dia mencatat dua penampilan dan semuanya dari bangku cadangan. Saat melawan Persibat, Ridwan tampil sekitar 15 menit untuk menggantikan Erik Dwi yang mengalami cedera. (twy)

 

You might also like

Comments are closed.