Terungkap! KPU Gagal Lelang APK Pilgub Jateng

METROSEMARANG.COM – Sebuah fakta terungkap untuk menjawab keresahan sejumlah tim pemenangan pasangan calon (paslon) Pilgub Jawa Tengah. Lambannya pemasangan alat peraga kampanye untuk Pilgub rupanya dipicu kegagalan Komisi Pemilihan Umum dalam menggelar lelang dengan pihak ketiga.

Pengundian nomor urut Pilgub Jateng. Foto: metrosemarang.com/dok

“Ada keterlambatan karena gagal lelang, spanduk sudah dijadwalkan di lapangan, tapi yang siap baru bambunya, umbul umbul juga sama gagal lelang, baliho baru 60 persen prosesnya, ini resiko gagal lelang,” kilah Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo, pada Rabu (28/3).

Ia menyatakan banyak rekanan proyeknya yang memilih mengembalikan kontrak pembuatan APK. Imbasnya, pemasangan serta proses sosialisasi kampanye Pilgub tersendat sejak 15 Februari kemarin.

Menurutnya saat ini sudah memerintahkan kepada anggotanya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap masalah ini. Jika tidak sesuai kontrak kerjasama, maka akan ditolak.

“Ini bagian pengadaan barang saya suruh evaluasi. Hasil evaluasi kita minta, nanti kita ambil kebijakan, atau tidak,” paparnya.

Sementara untuk bahan kampanye (BK) Pilgun juga terdapat lelang tambahan. Karena ada kesalahan, bahan kampanye yang sudah rampung dibuat akan dikembalikan ke pemenang tender.

“Lieflet dari satu pemenang lelang sudah kita distribusikan tapi tidak semua sebagian kita kembalikan karena kita tolak dan tidak sesuai apa yang kami inginkan, dan tidak kami bayar. Ini lelang ulang,” tuturnya lagi.

Lebih jauh lagi, untuk baliho sudah diinstruksikan untuk dibuat permanen menggunakan rangka besi. Alasannya supaya dapat dipakai kembali saat Pemilu yang akan datang.

“Biar setiap Pemilu tidak melulu membuat rangka baliho. Minggu ini terakhir pemenang tander. Kalau minggu depan tidak selesai, kami ambil kebijakan,” ujar Joko.

Pemenang tander pembuatan APK dan bahan kampanye sendiri berasal dari Banten, dan Cikarang Tangerang.

“Yang menang luar Jawa Tengah, tapi pelaksanaannya orang-orang dari daerah Jateng. Sebab dilakukan e-lelang. Kemudian kita tetap sosialisasikan masing masing paslon, kita informasikan visi misi paslon ke tengah2 keluarga langsung,” kata Joko. (far)

You might also like

Comments are closed.