Terungkap, Modus Penyelewengan Dana Semarang Pesona Asia

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Sejumlah fakta baru terungkap dalam lanjutan persidangan kasus korupsi Semarang Pesona Asia (SPA) yang menjerat staf ahli Wali Kota Semarang, Harini Krisniati di Pengadilan Tipikor  Semarang. Salah satu modus dalam penyelewengan uang rakyat tersebut dengan menggunakan kuitansi kosong.

Dalam sidang yang digelar Senin (27/7) dan beragendakan pemeriksaan saksi itu disebutkan bahwa sejumlah kuitansi kosong yang disodorkan oleh panitia SPA. Bahkan berdasarkan fakta di pengadilan diketahui adanya dugaan tanda tangan dan cap stempel yang dipalsukan.

Di hadapan majelis hakim, salah seorang saksi, Anjang Setyo selaku Direktur CV Tunas Prima Mandiri, mengaku diminta tanda tangan dan mengisi stempel pada kuitansi kosong yang disodorkan pengawai Pemkot.

“Tanda tangan dan stempelnya bener tapi waktu itu kosongan kuitansinya. Saya juga dijanjikan 2,5 persen keuntungan. Tapi sampai sekarang saya tidak diberikan,” kata dia.

Tak hanya itu, Anjang juga membantah penasihat hukum terdakwa terkait nominal di dalam kuitansi tersebut senilai Rp 95 juta untuk sewa pakaian tradisional, Rp 62 juta untuk belanja ATK dan Rp 8 juta sewa podium.

“Jadi isinya kuitansi itu tidak benar. Waktu itu, saya hanya tanda tangan di kuitansi-kuitansi yang masih kosong karena katanya sudah dikejar waktu. Pas saya tanya ngomongnya nominalnya sekian, untuk kegiatan BKPM-PB, kalau kegiatan SPA, saya tidak tahu,”terangnya.

Sementara, saksi lain Petrus Palgunadi alias Bayu Krisna dalam kegiatan SPA ia mengaku diminta pimpinan EO (Event Organizer) untuk mengisi acara SPA bagian Senbis di Hotel Patrajasa. Dia mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kuitansi yang diduga telah direkayasa.

“Memang ada kwitansi yang saya terima dan sesuai dengan aslinya. Tapi 2 kuitansi bukan tanda tangan saya, biaya penyusunan materi tidak ada, fee Rp 50 juta juga tidak ada. Kalau pengandaan materi untuk 500 orang Rp. 25 juta  itu benar selain itu Rp 17 juta juga benar,” bebernya.

You might also like

Comments are closed.