Terungkap, Puluhan Lobster Diselundupkan Melalui Kargo Pesawat

METROSEMARANG.COM – Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Kelas 2 (BKIPM dan HPK) Bandara Ahmad Yani Semarang menggerebek sebuah kantor kargo di bandara setempat lantaran kedapatan hendak menyeludupkan 34 ekor lobster dalam kondisi bertelur ke Jakarta.

Upayaa penyelundupan lobster melalui Bandara Ahmad Yani berhasil digagalkan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Menariknya, upaya penyelundupan puluhan ekor lobster tersebut dilakukan melalui jalur udara menggunakan salah satu pesawat Sriwijaya Air. Sejumlah petugas BKIPM menemukan lobster bertelur yang disisipkan di antara 200 ekor lainnya berukuran 400 gram hingga 2000 gram yang dikemas dalam 4 boks berbagai ukuran.

“Kita temukan puluhan lobster saat berada di ruang kargo Bandara Internasional Ahmad Yani. Itu mau diterbangkan ke Jakarta melalui Delta Kargo menggunakan pesawat Sriwijaya Air,” kata Sarwan, Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian dan Informasi, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Kelas 2 (BKIPM dan HPK) Bandara Ahmad Yani, saat di lokasi penggerebekan, Selasa (21/2).

Ia pun meringkus seorang pemilik lobster berinisial L yang notabene merupakan warga Semarang. Menurutnya penyeludupan lobster ke Jakarta jelas melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bernomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan atau pengeluaran lobster.

Ia menegaskan lobster bertelur termasuk jenis lobster Pakistan yang punya nama latin Panulirus Polyphagus serta lobster Mutiara bernama latin Panulirus Ornatus. “Nilai kerugian akibat aksi pengiriman ilegal ini mencapai Rp 9.520.000,00,” ujarnya lagi.

Untuk saat ini, puluhan satwa langka itu kini diamankan pihaknya kemudian dilepas kembali ke Pantai Karang Jepara sebagai area konservasi Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. (far)

You might also like

Comments are closed.