Terungkap, Terompet Bersampul Alquran Ternyata Sisa Proyek Suryadharma Ali

Sampul Alquran yang dijadikan bahan terompet diketahui merupakan sisa proyek di era Menteri Suryadharma Ali. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Sampul Alquran yang dijadikan bahan terompet diketahui merupakan sisa proyek di era Menteri Suryadharma Ali. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Kasus penistaan agama dalam penjualan terompet bersampul Alquran di sejumlah daerah ternyata memunculkan fakta mengejutkan. Lembaran sampul Alquran yang jadi bahan baku utama pembuatan terompet kontroversial itu hasil sisa proyek buku Alquran dari Kementerian Agama (Kemenag) di era Suryadharma Ali (SDA).

SDA yang terlibat korupsi dana haji ini memang pernah menjadi Menteri Agama pada 2013 silam. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Ahmad Daroji pun membenarkan hal tersebut.

Daroji, sapaan intimnya lantas menceritakan dengan gamblang semua alur pengadaan buku Alquran di era SDA hingga akhirnya memunculkan fenomena terompet bersampul Alquran yang bikin heboh baru-baru ini.

“Kenapa terompet bersampul Alquran ini kemudian bikin heboh di sejumlah wilayah, karena bahan dasarnya dari buku Alquran sisa proyek Kemenag. Sampul yang dipakai itu bekas terkena musibah banjir yang disimpan di CV Aneka Ilmu,” kata Daroji, kepada wartawan yang menemuinya di kantor MUI Jawa Tengah, Rabu (30/12).

Sebenarnya, pihak Aneka Ilmu sebagai percetakan rekanan Kemenag pada 2013 telah melarang sampul Alquran dipakai sembarangan. Pemilik percetakan punya protap untuk memusnahkan sisa proyek buku Alquran yang kena banjir.

“Tapi dalam perjalanannya ada keinginan untuk memanfaatkan lembaran-lembaran sampulnya untuk dijadikan barang lainnya. Maka dijual lah ke perajin terompet dan perajinnya sudah diwanti-wanti agar mendaur ulang sampul Alquran sebelum dijadikan bahan baku,” bebernya.

Agar kasus ini bisa dituntaskan, pihak MUI akan mencari tahu apa motivasi Sunardi selaku perajin terompet nekat menjadikan sampul Alquran sebagai bahan baku. “Namun, kita juga mengimbau kepada ulama-ulama surau untuk mengingatkan kepada masyarakat supaya jangan terprovokasi dan tidak main hakim sendiri,” ujar Daroji. (far)

You might also like

Comments are closed.