Tiang Pancang Hilang, Penyebab Jalan Inspeksi Ambles

Kondisi Jalan Inspeksi yang ambles. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Kondisi Jalan Inspeksi yang ambles. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Pengambilan tiang pancang di daerah Berok yang dilakukan pada Minggu (18/1) sore sekitar pukul 17.00 sempat diwarnai percekcokan. Warga sekitar sempat mencegah saat operator backhoe mengambil tiang pancang tersebut.

Menurut penuturan warga, pengambilan tiang pancang tersebut ditakutkan akan mengakibatkan tanah ambles. Benar saja, selang sehari kemudian, yaitu Senin (19/1) pada pukul 10.00 kondisi jalan mulai ambles.

Selain mengambil tiang pancang, operator backhoe juga mengambil lembaran papan kayu jati berukuran 2 meter dengan tebal 10 cm yang berjumlah 4 batang.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas warga lumpuh total, sebanyak 50 kios PKL yang ditempati warga tidak dapat beroperasi seperti biasanya.

Menurut warga sekitar, tiang pancang kayu jati tersebut telah ada sejak zaman Belanda yang sengaja ditanam untuk mengkokohkan kondisi Jalan Inspeksi beton Berok.

Legiono seorang warga dan petugas keamanan di wilayah Berok mengatakan, kayu yang diambil pihak operator alat berat itu adalah kayu jati berbentuk balok 50 x 50 cm dan memiliki panjang 2,5 meter yang diangkut menggunakan dam truk.

“Kayu Jati berjumlah 13 batang itu memang digunakan untuk menyangga jalan agar tidak ambles karena tanah di sini merupakan tanah lumpur,” paparnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.