Tiga Napi dan Satu Tukang Ojek Tersandung Sabu

Sabu -Kepala BNNP Jateng, Purwo Cahyoko didepan para tersangka menunjukkan barang bukti bungkus rokok berisi sabu. Foto : ist/metrosemarang.com

 

SEMARANG, METROSEMARANG.COM – Aksi penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam LP Kelas I Kedungpane Semarang berhasil digagalkan sebelum barang haram itu sampai ditangan para napi. Kasus penyelundupan sabu ini melibatkan 3 orang napi.

Terbongkarnya rencana penyelundupan sabu itu, tim BNNP Jateng, Jumat(3/9) tidak cuma menangkap pembawa barang yakni  tukang ojek Adi Suryono.Tetapi, juga menciduk dua napi penghuni LP Kedungpane Adi Cahyono Setiawan dan Budi Raharjo alias Cimeng serta Finsa Taradipa alias Pincuk, napi pernghuni LP kelas IIB kota Tegal sebagai pengirim barang haram tersebut.

Selain mengamankan empat tersangka, juga disita barang bukti diantaranya lima bungkus sabu berat total 105 gram, empat ponsel,satu unit motor. Kemudiann timbangan digital dan satu bungkus plastik klip kecil.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol. Drs. Purwo Cahyoko pada gelar kasus, Jumat kemarin menjelaskan terungkapnya ulah Cimeng Cs yang mencoba menyelundupkan sabu ke dalam LP bermula.dari informasi masyarakat . Informasi itu menyebutkan pada Kamis (19/8) pagi akan ada pengiriman sabu ditujukan kepada napi.

BNNP tidak menyia nyiakan informasi itu,lalu dibentuk tim khusus. Tim sesuai informasi secara diam diam mendatangi KP Kedungpane. Pada sekitar pukul 09.5O diketahui seseorang bersikap mencurigakan.

Lelaki belakangan diketahui Adi Suryono seusai menyerahkan barang titipan berupa nasi bungkus ke loket penitipan barang untuk tahanan, lalu bergegas menuju kamar mandi yang terletak di bagian luar LP Kedungpane. Tim kemudian membuntuti dan menangkàp Adi Suyono tersebut di dalam kamar mandi.

Setelah digeledah ditemukàn empat Bungkus rokok Lucky Strike dan Marlboro yang didalamnya terdapat empat bungkus sabu seberat 100 gram (3 bungkus Lucky Strike
masing-masing berisi 30 gram sabu dan 1 bungkus Marlboro berisi sabu 10 gram beserta 1 bandel plastik klip kecil).

Dari hasil pemeriksaan, sabu tersebut akan diambil oleh seorang Napi yang menjadi Tamping (Tahanan Pendamping) bernama Adi Cahyo Setyawan.. Napi tersebut kemudian diamankan oleh Tim BNNP Jateng.

Dihadapan petugas BNNP , Adi Cahyo ‘ngoceh’ bahwa sabu akan dimasukkan ke dalam LP Kedungpane akan diterima napi Budi Raharjo alias Cimeng .Tim lalu berkoordinasi dengan Kalapas Kelas IA Kedungpane menciduk Cimeng disertai barang bukti HP.

Menurut Kepala BNNP bahwa sabu yang dibawa Adi Suryono berasal dari napi Finsa Taradipa alias Pincuk,penghuni LP Kelas IIB Kota Tegal. Tim kemudian berkoordinasi dengan Kalapas Tegal mengamankan Pincuk beserta HP-nya.

Selanjutnya Tim melakukan penggeledahan di rumah Adi Suryono alamat Kaliwiru Semarang menemukan barang bukti lagi berupa satu bungkus sabu seberat 5 gram beserta timbangan.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, A. Yuspahruddin yang hadir pada gelar kasus narkoba itu menegaskan para napi yang tidak kapok mengedarkan narkoba akan dipindahkan ke LP Nusakambangan .
Ia menyebutkan napi Cimeng menjadi pertimbangan untuk ‘dilayarkan” ke LP Nusakanbangan.

“Apalagi,Cimeng sesuai pengkuannya,meski di dalam LP sedikitnya sudah tiga melakukan transaksi jual beli sabu yang didatangkan dari luar dinding tembok LP. Kasus ini masih terus dikembangkan,” tambahnya.(ono)

You might also like

Comments are closed.