Tiga Pengamen Pasar Ini Mendadak Jadi ‘Artis’ Pilkada

Karyono dan kawan-kawan menikmati berkah di balik semarak kampanye pilkada. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Karyono dan kawan-kawan menikmati berkah di balik semarak kampanye pilkada. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Momentum kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), menjadikan berkah tersendiri bagi sebagian orang. Ada kalanya seorang pemungut barang bekas (perosok) dapat rezeki dari hasil mengambil atribut kampanye yang berserakan di pinggir jalan, tapi di sisi lain beberapa pengamen pun dapat berkah tambahan.

Nah, soal pengamen yang dapat berkah saat kampanye pilkada, ada hal menarik terjadi di Semarang. Karyono dan dua temannya sejatinya bukan siapa-siapa sebelum Pilkada digelar.

“Saya ngamen pertama kali di Perumahan Banyumanik ketika 1998 dulu. Pertama kali dapat Rp 5 ribu-Rp 10 ribu sehari. Kalau sekarang ya minimal dapat Rp 50 ribu sehari,” kata Karyono mengawali perbincangannya dengan metrosemarang.com, Selasa (15/9).

Seiring berjalannya waktu, dua temannya bergabung untuk mengamen bareng di sejumlah pasar tradisional. Warga Kampung Karanganyar Gunung Candisari Semarang Selatan ini suatu hari mangkal di Dargo, Jalan Dr Cipto.

“Seingat saya, Sabtu siang saya mangkal di Dargo lalu dipanggil salah satu calon wakil Wali Kota Semarang untuk mengawalnya keliling Dargo. Dan sampai sekarang saya diminta ikut kampanye bareng dia,” ujar bapak dua anak ini.

Lelaki berusia 40 tahun ini lantas melanjutkan, kini ia diajak berkeliling ke puluhan pasar oleh timses calon kepala daerah itu. “Itu ketemunya spontanitas aja lalu diajak mengawal kampanye partainya,” bebernya.

Kolaborasi Karyono yang memainkan ukulele dan dua temannya, Pika pemain celo dan Tarno pemusik cakalele menghasilkan alunan musik keroncong yang dinamis. Ketiganya mampu mencairkan suasana saat ditanggap untuk kampanye.

Sejauh ini, ayah dari Nur Aziz Rifai dan Nur Habib Mustaqim tersebut masih menikmati pekerjaannya sebagai pemusik kampanye. Bila sewaktu-waktu tenaganya tak terpakai lagi, ia akan kembali ke dunianya. Mengamen sambil berkeliling dari pasar ke pasar. (far)

You might also like

Comments are closed.