Tiga Pesan Sukawi untuk Penggawa Mahesa Jenar

METROSEMARANG.COM – Para penggawa PSIS mendapat wejangan berharga dari tokoh sepakbola Semarang, Sukawi Sutarip jelang bergulirnya Liga 2. Jika ingin mencapai sukses dan menapak ke level Liga 1, setidaknya Johan Yoga dkk harus memperhatikan tiga aspek sebagai pesepakbola profesional.

Jajaran tim dan ofisial PSIS berfoto bersama Sukawi Sutarip. Foto: metrosemarang.com

Senin (3/4) kemarin, seluruh pemain dan ofisial PSIS diboyong ke kediaman Sukawi Sutarip di Jalan Durian, Banyumanik. Selain bersilaturahmi, skuad Mahesa Jenar juga meminta doa restu dari mantan Wali Kota Semarang itu sebelum tampil di Liga 2 yang segera bergulir dua pekan mendatang.

Sukawi pun mengungkapkan keyakinannya terhadap armada racikan Subangkit untuk membawa tim Ibukota Jateng lolos ke Liga 1. “Sekarang saya lebih yakin bisa lolos, karena musim ini kita punya pemain-pemain muda berkualitas hasil dari seleksi yang sangat ketat. Mereka punya semangat juang tinggi dan ini bisa menjadi modal untuk sukses,” ujarnya.

Namun, untuk merealisasikan target promosi ke kompetisi kasta tertinggi, menurut Sukawi harus dibarengi dengan kerja keras dari masing-masing komponen tim. Dia menyebut ada tiga hal yang wajib dilakukan Johan cs.

“Pertama, 100 persen taati semua instruksi pelatih, karena pelatih sudah punya semua rencana dan strategi yang sudah tertata. Setelah itu, semua yang didapat dari pelatih harus terus diasah, baik ada pertandingan atau tidak,” imbuhnya.

Pria asli Pati ini kemudian mencontohkan dengan pegolf profesional. “Seorang golfer profesional biasa berlatih memukul bola 300-400 kali sehari. Dari situ dia bisa mencari tahu kelebihan dan kekurangannya,” kata mantan Ketua Pengprov PSSI Jateng yang juga ayah CEO PSIS Yoyok Sukawi.

Selanjutnya Sukawi meminta agar pemain PSIS disiplin menjaga kondisi dan hindari merokok. “Ini sepertinya sederhana tapi penting, karena sepakbola 80 persen mengandalkan fisik,” tegasnya.

Yang tak kalah penting, lanjutnya, terkait loyalitas. Selain itu, Sukawi juga berharap agar pemain PSIS bisa mengontrol emosi. “Jangan mudah terpancing emosi, karena kalau emosi naik otomatis kekuatan kita sudah berkurang 20 persen,” urainya.

Sukawi mengaku bangga dengan skuad PSIS yang didominasi pemain-pemain muda. Bahkan, menurutnya PSIS menjadi role model pembinaan pemain muda bagi klub-klub di Indonesia.

“Ini tentu membanggakan karena PSIS mendapat pujian dari Ketum PSSI sebagai model pembinaan pemain muda. Bagi saya pemain muda akan lebih mudah dibentuk sehingga punya loyalitas tinggi terhadap tim,” tukasnya.

Selain ofisial dan pemain, silaturahmi tersebut juga dihadiri jajaran manajemen PSIS. Di antaranya Direktur Umum Kairul Anwar, General Manager Wahyu Winarto, Manajer Tim Dimas Aribowo dan CEO Yoyok Sukawi.

“Apa yang disampaikan Pak Sukawi tolong benar-benar diresapi. Manajemen siap memberikan yang terbaik untuk mendukung tim, tapi tolong bawa kami (PSIS) lolos ke Liga 1,” imbuh Kairul Anwar.

Kick off Liga 2 akan dimulai pada 19 April mendatang. PSIS masih menjadwalkan dua kali ujicoba lagi sebelum kompetisi resmi diputar. Setelah urung menjajal PSS Sleman, manajemen Mahesa Jenar masih menjajaki kemungkinan berujicoba lawan Persijap Jepara dan PSCS Cilacap. (twy)

You might also like

Comments are closed.