Tilep Uang Nasabah, Bos Biro Umroh Ditangkap di Bandung

METROSEMARANG.COM – Tim Resmob Polrestabes Semarang akhirnya berhasil meringkus Eko Agung Raharjo (39), tersangka penipuan berkedok biro perjalanan haji dan umroh. Bos Raihlah Alatas Wisata (RAW) itu diduga membawa kabur uang miliaran milik nasabahnya dan sempat buron selama dua bulan.

Tersangka Eko Agung Raharjo digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Rabu (18/1). Foto: metrosemarang.com

Tersangka ditangkap di Apartemen Taman Sari Jalan Soekarno Hatta, Bandung pada Senin (16/1) sekitar pukul 01.00. Dalam penindakan yang dipimpin Kasubnit I Resmob Aiptu Janadi, petugas menyita bukti setoran pendaftaran umroh dan haji, laptop, sejumlah buku tabungan dan kartu ATM serta uang tunai Rp 30 juta.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan, sejauh ini sudah ada 141 calon jemaah umroh dan 3 calon jemaah haji yang sudah mengaku dirugikan oleh tersangka. Mereka gagal berangkat ke Tanah Suci lantaran uang setoran sudah digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi.

“Kami masih menyelidiki aset tersangka. Yang jelas uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Total kerugian Rp 3.293.150.000,” kata dia dalam gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (18/1).

Menurut Abiyoso, uang miliaran tersebut sedianya akan digunakan untuk memberangkatkan 500 jemaah pada November 2016. Selain itu, kata dia, praktik penipuan yang dijalankan tersangka sangat rapi dengan sistem tambal sulam. Uang nasabah yang sudah dia pakai akan digantikan dengan uang yang masuk setelahnya.

Untuk menarik minat nasabah, tersangka sengaja membuka paket umroh dengan biaya lebih murah hingga banyak orang yang bergabung menjadi agen. Eko memberikan harga kepada agen Rp 13,5 juta hingga Rp 16,5 juta untuk satu jemaah dan selanjutnya dijual kepada calon jemaah Rp 23 juta.

Eko mengaku terpaksa kabur karena para nasabah mulai mencium ketidakberesan dalam bisnis biro perjalanan yang dia kelola. Namun, dia menolak dituduh melakukan penipuan.

“Sebelumnya juga sudah ada yang berhasil diberangkatkan,” kilahnya.

Akibat perbuatannya, Eko bakal dijerat Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (MS-02)

You might also like

Comments are closed.