Tim SAR Sulit Lacak Posisi Pemancing yang Tenggelam di Jatibarang

METROSEMARANG.COM – Regu penyelamat hingga siang ini (3/5) masih kesulitan mencari keberadaan Tukijan, pemancing berusia 30 tahun yang tenggelam di Waduk Jatibarang Semarang, Senin (2/5) malam.

Jupri Wicaksono Humas Basarnas Kota Semarang menyebut bahwa proses pencarian korban terkendala medan yang berat. Menurutnya, di Waduk Jatibarang dikelilingi tumbuhan berduri sehingga mempersulit regu penyelamat untuk terjun ke tengah perairan.

Proses pencarian korban tenggelam di Waduk Jatibarang. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Proses pencarian korban tenggelam di Waduk Jatibarang. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Medan kalau dibilang sulit ya sulit. Ada tumbuhan putri malu bercabang bekas pembangunan waduk dulu. Jadi penyelam agak kesulitan,” ungkap Jupri.

Untuk itulah, timnya kini meminta bantuan regu tambahan dari BPBD Semarang dan elemen masyarakat setempat. “Jadi memang di sana banyak semak belukar yang dipenuhi duri. Posisinya ada di dasar waduk,” jelasnya.

Hambatan lainnya, kata Jupri, kondisi topografis Waduk Jatibarang berbentuk cekungan. Sedangkan posisi korban saat tenggelam berada di kedalaman 15 meter. Waduk Jatibarang punya kedalaman maksimal 25-30 meter.

“Kita sudah terjunkan empat speedboat berisi empat orang penyelam yang dipisah dua titik berdekatan dari TKP awal. Pencarian hari ini akan dikerjakan semaksimal mungkin sampai ditemukan,” katanya.

Diinformasikan sebelumnya, akibat overload dan bocor, sebuah perahu yang mengangkut lima pemancing dari Dukuh Siwarak terbalik dan tenggelam di Waduk Jatibarang Semarang, Senin (2/5/) malam pukul 20.00. Satu orang atas nama Tukijan (35) warga RT.03/02 Dukuh Siwarak, Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Semarang tenggelam. (far)

You might also like

Comments are closed.