Timbulkan Efek Samping Berbahaya, Albothyl Ditarik dari Pasaran

METROSEMARANG.COM – Gara-gara menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan, izin edar obat sariawan bermerek albothyl dibekukan. Upaya pembekuan tersebut sudah dilakukan pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang sekaligus menarik peredaran obat tersebut dari pasaran.

Zeta Rina Pujiastuti. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Izin edar albothyl sekarang sudah dibekukan. Kami meminta kepada produsen obat itu untuk mengevaluasi peredaran obat tersebut mengingat ada banyak keluhan dari konsumen yang merasakan efek sampingnya bukannya menyembuhkan, tetapi malah tambah berat dan mematikan sel-sel dalam mulut,” ungkap Zeta Rina Pujiastuti, Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Kota Semarang, usai menggelar diskusi di Hotel Grasia Gajahmungkur, Semarang, Kamis (22/2).

Zeta menyebut tahap evaluasi akan menyasar pada zat kimia yang terkandung pada albothyl. Pihaknya juga akan mengawasi apakah nantinya produsen albothyl akan mengubah nama mereknya atau tidak.

“Tahapan evaluasinya harus dilaporkan kepada BPOM,” tutur Zeta.

Lebih jauh lagi, menurutnya albothyl sudah ditarik dari pasaran sejak sebulan terakhir. Hal itu setelah usai pembekuan merek obat tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

BPOM, katanya telah merangkul Dinas Kesehatan setempat untuk ikut memperketat penjualan albothyl di semua apotik, klinik kesehatan maupun para distributor.

Dari hasil penelitian tim farmasi BPOM, albothyl mengandung zat konsentrat yang membahayakan tubuh manusia.

“Saat ini kami memerintahkan semua pengusaha besar farmasi (PBF) untuk ikut memantau penjualan albothyl. Tarik semua produknya, untuk sementara waktu jangan lagi diperjualbelikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya masih mendata berapa banyak albothyl yang telah ditarik dari pasaran.

Bagi apotik yang telanjur menerima banyak permintaan albothyl, ia menyarankan untuk menyetop penjualannya. (far)

You might also like

Comments are closed.