Tinggal 1 Persen WNI yang Belum Rekam Data e-KTP

SEMARANG – Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang sudah melakukan rekam data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga saat ini mencapai 99 persen. Sehingga, hanya tinggal 1 persen yang belum melakukam rekam data ke masing-masing kelurahan maupun kecamatan.

KTP Penghayat
Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah, mengatakan dari 1 persen warga yang belum rekam data tersebut, terdapat 300 ribu sampai 400 ribu jiwa di antaranya merupakan penduduk Jawa Tengah. Ia mengaku harus jemput bola untuk menuntaskan rekam data e-KTP di seluruh Indonesia.

“Kami yang jemput bola untuk merampungkan proyek ini. Sebab, banyak warga ketika sudah ditunggu-tunggu, ternyata tidak kunjung datang ke kelurahan maupun kecamatan. Ini kan jelas merepotkan petugas di lapangan,” tuturnya, Kamis (12/4).

Ia mengimbau kepada warga untuk mendukung program pemerintah pusat dalam menuntaskan rekam data e-KTP. Caranya, ujar Zudan bisa mendatangi tiap RT, RW, kantor-kantor kecamatan, kelurahan atau ke kantor bank terdekat. “Karena kami sudah siap melakukan perekaman. Di Jawa Tengah sendiri kan tinggal 300 ribu sampai 400 ribu yang belum rekam. Jadi sedikit sekali,” ungkapnya.

Padahal, menurutnya kapasitas mesin rekam data yang dimiliki Kemendagri bisa melebihi angka tersebut. Sebab, tiap hari pihaknya sanggup mengerjakan rekam e-KTP mencapai 52 juta jiwa. “Kapasitas kita masih sanggup rekam 37 ribu juta per hari. Masih ada ruang sangat banyak sekali bagi masyarakat,” paparnya.

Ia pun mendorong Komisi Pemilihan Umum untuk menggencarkan sosialisasi rekam data e-KTP demi menunjang pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019 nanti. “KPU diharapkan sosialisasikan terus,” cetusnya. (far)

You might also like

Comments are closed.