Tingkatkan Pelayanan, Hendi Minta RSUD Wongsonegoro Terapkan Sistem Online

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta RSUD KRMT Wongsonegoro menerapkan sistem online dalam pelayanannya. Sehingga tidak akan terjadi antrean dan masyarakat menjadi lebih nyaman.

Wali Kota Hendrar Prihadi melakukan sidak di RSUD Wongsonegoro, Selasa (11/4). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Sistem antrean pasien di depan sudah bagus. Tapi begitu direkomendasikan ke masing-masing poli sesuai penyakit pasien sistemnya masih perlu diperbaiki. Saat ini eranya kemajuan teknologi, harus bisa dilakukan dengan sistem online,” katanya saat sidak di rumah sakit daerah tersebut, Selasa (11/4).

Hendi, sapaannya, berharap rumah sakit bisa mengikuti kemajuan teknologi. Terutama untuk teknologi pelayanannya supaya meningkatkan kenyamanan masyarakat berobat di rumah sakit ini. Apalagi sebagai Badan Layanan Umum (BLU), rumah sakit juga dibebani target pendapatan daerah.

”Pihak rumah sakit sudah berjanji akan melakukan itu, dimana akhir bulan ini targetnya ada 2 yang sudah pakai online yaitu pelayanan di Ruang Gatotkaca dan IGD,” katanya.

Direktur Umum dan Keuangan RSUD KRMT Wongsonegoro, Sutrisno menuturkan, pihaknya memang segera menerapkan sistem online untuk pelayanan. Untuk antrean orang nanti akan tinggal pencet tombol di layar, kemudian menuju poli masing-masing sesuai penyakitnya untuk berobat.

”Saat ini sistem online ini baru dirancang dan ditargetkan akhir tahun ini terealisasi. Kami juga masih sedang belajar dengan rumah sakit di Jakarta yang sudah menerapkannya,” katanya

Namun, ia mengaku kendala dalam sistem online nanti untuk kriteria pasien jaminan asuransi seperti BPJS dan pasien umum yang membayar sendiri. Sebab untuk pasien yang dijamin asuransi harus ada verifikasi data dulu. Karena dikhawatirkan ada persyaratan penting yang tidak terpenuhi sehingga nanti klaimnya tidak bisa terbayar.

”Untuk kendala ini kami nanti akan koordinasi dengan para pihak yang menjamin asuransi, tidak hanya BPJS tapi juga lembaga asuransi lainnya,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.