Tips Jinakkan Medan Ekstrem ala Offroader Semarang

METROSEMARANG.COM – Jateng Gayeng Offroad 2016 benar-benar menguras energi para peserta. Tak hanya kesiapan fisik pengemudinya saja yang harus fit. Mobil offroad juga harus benar-benar siap, dari sisi keamanan, perlengkapan, dan segala atribut yang diperlukan untuk keamanan pengemudi seperti helm dan lainya.

Maklum, jalanan offroad bukanlah medan yang biasa. Mereka sengaja melintasi medan yang cukup ekstrem. Semakin ekstrem semakin menantang dan memuaskan. Tak jarang, mobil terguling ke arah kanan atau kiri. Bahkan, akibat tanjakan atau turunan tajam, mobil offroad pun bisa salto.

Kresno Pranoto di balik kemudi kendaraan yang digunakan di ajang Jateng Gayeng Offroad. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Kresno Pranoto di balik kemudi kendaraan yang digunakan di ajang Jateng Gayeng Offroad. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Itu gambaran olahraga offroad yang pernah dirasakan Krisno Pranoto, offroader asal Semarang. Untuk menaklukkan medan yang ekstrem, berdasarkan pengalamannya, ia pun sudah punya tips-tips jitu agar terhindar dari insiden yang bisa menggulingkan mobilnya.

“Kontur medan itu berbeda-beda, misalnya melintas dalam kondisi tanjakan terjal, setir harus dimainkan dengan cara dibelak-belokan. Selain itu mobil harus digoyang-goyang terus agar mobil bisa naik,” kata Krisno kepada metrosemarang.com, saat menjalani scrute di Museum Mandala Bhakti Tugu Muda Semarang, Jumat (18/3) kemarin.

Beda kontur jalanan, tips mengatasinya pun berbeda. Jika tips tadi dilakukan saat melintas tanjakan terjal, Krisno juga punya cara tersendiri agar terhindar dari kecelakaan saat melintasi jalur turunan tajam. Biasanya offroader yang belum berpengalaman, saat turunan tajan mobil bisa mengguling ke depan, karena roda depan terhenti sedang beban bagian belakang terus mendorong.

“Begitu ban depan turun di bawah, kasih gas sedikit, kadang orang terlambat, akhirnya guling ke depan,” kata Krisno yang hobi offroad sejak tahun 2005 silam.

Baginya, mengikuti even offroad bukan untuk mengejar gelar juara. Memuaskan hobi dengan menaklukkan medan yang ekstrem baginya sudah cukup.

Apalagi, dengan mengikuti offroad, ia juga bisa bertemu dengan teman-teman sesama pecinta offroad. Mengikuti kegiatan serupa, baginya sudah tidak terhitung lagi, hampir setiap kompetisi ia akan ikut memeriahkannya.

“Harapannya, yang penting asyik, kena lumpur, ketemu teman-teman, nggak ada ambisi untuk juara, hepi tok pokoknya,” kata Krisno yang mengikuti kelas SCS free for all dengan mobil Toyota FJ 40 4300 cc. (din)

You might also like

Comments are closed.