Tips “Memberi Nyawa” Pada Potret Mainan

Harus Diposekan atau Bermain Angle

Memotret mainan punya beberapa tujuan, di antara untuk foto dokumentasi (pose museum) atau dikreasikan sebagai sesuatu yang terlihat seolah-olah hidup.

OBJEK foto bisa bermacam-macam, mulai dari pemandangan, manusia, boga, maupun produk. Beberapa tahun terakhir terjadi tren baru, yaitu memotret mainan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh para kolektor mainan untuk mengabadikan koleksinya di dimensi yang berbeda.

Memotret mainan punya beberapa tujuan, di antara untuk foto dokumentasi (pose museum) atau dikreasikan sebagai sesuatu yang terlihat seolah-olah hidup. Keduanya tergantung dari keinginan pemilik mainan atau fotografer masing-masing.

toys photographer
Gibran Risnutama. (foto: metrosemarang/Ade Lukmono)

Toys Photographer dari Komunitas Behind the Scene Toys Photography (BTSTP ID), Gibran Risnutama mengatakan, memotret mainan untuk dijadikan seolah-olah hidup memiliki berbagai tantangan. Mainan yang merupakan benda mati harus diposekan agar seolah-olah sedang melakukan kegiatan seperti tokoh aslinya.

“Hal ini berlaku untuk mainan yang poseable (action figure) yang punya sendi-sendi mirip manusia. Bisa diposekan menurut keinginan fotografer. Namun jika mainan yang tidak memiliki sendi (patung), fotografer harus lebih bermain angle,” kata pemilik akun instagram @monsterlaut tersebut.

Gibran membagikan beberapa tips bagi toys photographer untuk membuat mainan jadi lebih hidup dalam sebuah frame foto:

1. Memilih aksesoris yang sesuai skala mainan

Persamaan aksesoris dan mainan di sini sangat ditekankan agar hasil dari foto tidak terlihat aneh. Umumnya, aksesoris mainan yang banyak tersedia di pasaran adalah ukuran 1:6 dan 1:12. Ukuran tersebut harus disesuaikan agar hasil foto lebih realistis.

 

2. Jepret dari bawah

Mainan dengan skala 1:12 atau 1:6 tentu saja memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan manusia. Sebagai fotografer, sebaiknya memotret menyesuaikan point of view dari mainan tersebut. Dengan demikian, hasil foto mainan akan terlihat seolah-olah seukuran manusia.

 

3. Coba follow akun-akun Toys Photographer

Sebagai pemula, biasanya pose mainan akan kaku. Selain itu, ide juga masih sangat terbatas. Memfollow akun-akun Toys Photographer akan menciptakan inspirasi baru.
Referensi beberapa akun instagram bertema toys photography:
@agamdadam, @ovic_yulkarnain, @omrobby, @minifigeek, @miniaturlove

 

4. Recreate adegan film

Action Figure atau mainan lain biasanya dibuat berdasarkan karakter sebuah film. Membuat adegan film dengan menggunakan mainan yang sama karakternya bisa menjadi hal yang menantang sekaligus mengasyikkan.

5. Kenali karakter figure

Tiap tokoh film memiliki karakter, entah baik, jahat, maupun cara bergerak, berjalan, kuda-kuda dan lain-lain. Sebisa mungkin samakan karakter mainan yang akan dipotret dengan karakter aslinya di film.

Houston: Earth to Justice League, Earth to Justice League, it's code red, code red! Cyborg: Hal & Arthur already on the invasion area, Barry has evacuated all residents nearby, it's up to you now, The Trinity! . This is the kind of scene that i wanted to see in Justice League @dccomics @warnerbrosentertainment . Numpang foto dio mahalnya sultan Bekasi @dimasmadjid . #tga_kingofthemonsters #toyspotcollector #toygroup_alliance #TopToyPhotos #toyboners #toycrewbuddies #ToySyn #btstp_id #toyunion #toyartistry #toyartistry_elite #toypops2 #toysaremydrug #wheretoysdwel #wheretoysdwell_photofeatures #Ata_dreadnoughts #toyplanet #epictoyart #toydiscovery #rebeltoysclub #toycrewbuddies #toysyn #toygroup_alliance #infigs #toysportal #mezcotoyz #mezcobatman #tcb_latearrivalnow #ata_dc

A post shared by Gibran Risnutama (@monsterlaut) on

6. Imajinasi

Meskipun memiliki karakter dan sifat masing-masing, imajinasi bisa membuat tokoh film menjadi hal yang bertolak belakang dengan karakter aslinya. Jangan batasi kreatifitas Anda. Berimajinasilah.

7. Seuaikan pencahayaan

Cahaya sangat berperan penting dalam fotografi. Suasana cahaya redup tentu saja akan berbeda dengan cahaya terang dan warna-warna pastel. Cahaya redup biasa digunakan untuk figure yang lebih sangar sedangkan warna ceria biasanya lebih cocok digunakan untuk figure yang ceria.
Gibran menambahkan, dirinya lebih suka memotret dalam keadaan rendah cahaya. Dia merasa bisa lebih bebas mengatur cahaya yang menyorot mainannya dengan cahaya dari lampu tambahan.
“Biasanya saya motret menggunakan lampu dan ditambah lampu dari Smartphone. Bisa saya atur sendiri warna lampu dan tingkat kecerahannya. Terlebih lagi saya lebih suka memotret figure dengan karakter garang dan sangar sehingga leboh cocok menggunakan cahaya yang agak sedikit sehingga karakter figure yang saya potret bisa lebih keluar,” ungkapnya.
Saat ini, di dunia toys photography masih sebatas penyaluran hobi bagi para fotografer maupun kolektor mainan. Namun ada beberapa toys photographer yang sudah menerima endorse untuk produk mainan yang baru untuk dipromosikan. (*)

Comments are closed.