Tolak Pembongkaran, Pedagang Kanjengan Surati Dewan

METROSEMARANG.COM – Para pedagang Pasar Kanjengan menyurati Komisi B DPRD Kota Semarang untuk menolak pembongkaran pasar dan relokasi ke komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Mereka merasa proses hukum yang masih berjalan di pengadilan belum ada keputusan final.

Pedagang Pasar Kanjengan berjaga-jaga mengantisipasi adanya pengosongan blok C dan D, Selasa (4/7). Foto: metrosemarang.com/dok

”Ada beberapa surat masuk dari pedagang Kanjengan yang intinya menolak relokasi dan minta bangunan pasar jangan dibongkar dulu. Karena permasalahan masih dalam proses di pengadilan dan dinilai belum ada keputusan final,” kata Ketua Komisi B Agus Riyanto Slamet, Selasa (8/8).

Tapi sebaliknya, menurutnya Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Perdagang merasa permasalahan sudah selesai. Sehingga mengharapkan pedagang segera pindah ke tempat relokasi sementara yang disiapkan di komplek MAJT dengan batas akhir untuk pindah tanggal 15 Agustus.

Sehingga komisinya yang membidangi perdagangan berencana akan melakukan tinjauan langsung ke Pasar Kanjengan dan bakal tempat relokasi di MAJT, untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Sebab pedagang juga bersikukuh tidak mau karena merasa tempat relokasi belum layak.

”Terutama merasa ukuran lapaknya terlalu kecil. Nah kita akan segera tindak lanjuti dengan memanggil Dinas Perdagangan dan tinjauan ke lapangan. Apakah betul tempat relokasinya tidak layak,” kata Agus Riyanto Slamet. (duh)

You might also like

Comments are closed.