Tolak Penggusuran, PKL Taman KB Datangi Balai Kota

METROSEMARANG.COM – Puluhan PKL Taman Menteri Supeno atau yang lebih dikenal dengan Taman KB berunjuk rasa menolak rencana penggusuran, karena adanya rencana renovasi Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya oleh Pemerintah Kota Semarang.

Unjuk rasa PKL Taman KB di Balai Kota Semarang, Senin (29/1). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Mereka melakukan aksi unjuk rasa di gerbang masuk Balaikota Semarang, Senin (29/1), dengan pengawalan ketat Sapol PP dan Kepolisian. Selain membawa berbagai atribut juga secara tegas menolak dikorbankan demi investor yang membangun Taman Indonesia Kaya.

Sri Purwanto, dari Paguyuban PKL Taman KB menuturkan, pertengahan Januari pedagang baru mengetahui dari Dinas Perdagangan bahwa taman akan segera direnovasi. Mereka diminta harus segera pindah ke bahu jalan sekitaran Taman KB pada awal Februari.

‘’Padahal, hingga kini belum ada kejelasan bagaimana relokasi tersebut akan dilakukan. Apakah pindah ke bahu jalan bersifat permanen atau hanya sementara,’’ katanya.

Ketidakjelasan itu menimbulkan keresahan bagi PKL mengingat besarnya potensi kekurangan atau bahkan kehilangan pendapatan. Untuk mencari kejelasan pedagang sudah memohon audiensi dengan Walikota Semarang tetapi hingga sekarang belum ada respon.

Ketidakjelasan rencana relokasi PKL Taman KB dinilai mengecewakan juga karena selama ini sudah tertata, rapi dan sesuai aturan hukum. Karena keberadaan PKL Taman KB telah sesuai ketentuan SK Walikota Nomer 511.3/1112/2016 tentang Penatapan Lahan/Lokasi Pedagang Kaki Lima.

‘’Hal itu diperkuat dengan keberadaan bangunan shelter PKL yang permanen dan juga Tanda Daftar Usaha, yang dengan iktikad baik izinnya telah dimohonkan perpanjangan pada Agustus 2017,’’ katanya.

Sri Purwanto menegaskan, ketidakjelasan relokasi PKL yang akan dilakukan pada awal Februari, tidak ubahnya merupakan penggusuran yang tidak manusiawi. Karena sebelum merelokasi seharusnya disiapkan lokasi dan fasilitas yang minimal standarnya sama dengan yang ditempati PKL pada saat ini.

‘’Pemerintah Kota Semarang harus memikirkan dengan matang lokasi yang akan dipilh. Sehingga tidak memberikan dampak buruk matinya usaha yang dimilik para PKL,’’ tegasnya.

Pedagang menyatakan tetap akan menolak pembongkaran dan penggusuran PKL Taman KB secara permanen. Dan mendesak pemindahan sementara PKL dalam proses pembangunan Taman Indonesia Kaya tetap ditempatkan di sekitar Taman KB dengan kondisi yang layak.

Namun, aksi unjukrasa dan orasi yang dilakukan para PKL Taman KB ini tidak diperbolehkan masuk. Bahkan hingga selesai membubarkan diri mereka tidak ditemui oleh walikota maupun pejabat terkait lainnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.