Tour Koling, Suguhan Musik Klasik Berlatar Futuristik

kodaly keliling

SEMARANG – Konser mini cello klasik bakal dipentaskan di ORArT ORET ArtSpace Jalan Kelud Raya 10 Sampangan, Jumat (10/4) malam nanti mulai pukul 18.00. Acara tersebut merupakan bagian dari tour Koling (Kodaly Keliling) yang digagas Alfian Emir Adytia, seorang pemain cello muda penuh bakat dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Ide KOLING berawal saat Alvin, panggilan akrab Alfian menonton sebuah film dokumenter yang memperlihatkan suasana hutan tropis di Amazon. Dari situlah muncul ide tentang bermain cello dengan karya masterpiece di luar ruangan formal seperti di tengah hutan, di puncak gunung dan lain-lain yang alamiah dan serba kehijauan.

Kemudian ide berkembang menjadi sebuah konsep tour yang bebas dan menyesuaikan kebutuhan tempat tujuan. Lalu diputuskan memilih satu karya tunggal untuk cello yang merepresentasikan banyak sumber suara atau bunyi, Kodály Solo Cello Sonata.

Menurut Alvin, Koling ditujukan tidak hanya untuk wilayah akademi musik tapi juga untuk ranah umum. Alvin menambahkan, meski target program ini adalah institusi-institusi musik, sekolah maupun komunitas musik, namun tidak menutup kemungkinan Koling akan menjamah pedesaan sampai pedalaman.”Musik adalah milik semua orang,” kata Kodály sang komponis.

Acara ini akan dimoderatori oleh Donny Danardono, seorang pecinta musik klasik dan pengelola forum diskusi Ruang Rabu dari FHK & PMLP Unika Soegijapranata Semarang. Acara bakal dibuka dengan sekitar 30 menit, memainkan Sonata for Solo Cello Op. 8, kemudian dilanjutkan sesi bedah karya sonata tersebut, dengan narasumber Alfian Emir Adytia. (snu)

You might also like

Comments are closed.