Tower Sutet Bertegangan 150 KV Miring, Petugas Kebut Perbaikan

METROSEMARANG.COM – Sejumlah petugas tengah mengebut perbaikan pada kaki tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 150 KV yang mengalami gangguan teknis di Jalan Mranggen-Purwodadi. Informasi yang dihimpun metrosemarang.com, tower sutet tersebut ditemukan dalam kondisi miring oleh petugas jaringan listrik PLN, pada Jumat (5/5) malam.

Foto: metrosemarang.com/istimewa

Manager APP PLN Semarang, Amirudin mengatakan perbaikan pada kaki tower masih dikebut agar transmisi listrik dapat berjalan normal kembali. Ia menyebut tower tersebut selama ini digunakan menyuplai listrik bertegangan 150 KV ke wilayah Mranggen Demak dan sekitarnya.

“Petugas pada Sabtu malam melakukan perkuatan mempertahankan fondasi tower agar tetap berfungsi sambil mengunggu tower pengganti selesai dibangun,” ungkap Amirudin saat dikontak metrosemarang.com, Minggu siang (7/5).

Ia memperkirakan perbaikan tower bakal memakan waktu sampai 10 hari ke depan. Walau begitu, ia tak merinci apakah gangguan pada tower mempengaruhi pasokan listrik warga Mranggen atau tidak.

Yang jelas, ia menuturkan tower pengganti akan dibangun tak jauh dari tempat yang lama. “Kami sedang berupaya mempertahankan towernya agar tetap berdiri sembari mengganti yang baru. Sekarang kami sudah membuat tapak tower yang baru,” akunya.

Ia mengaku masih menginvestigasi pemicu kemiringan kaki tower yang ada di Mranggen. Tapi kuat dugaan penyebabnya ialah kontur tanah yang labil mengingat wilayah Mranggen belum lama ini diguyur hujan lebat.

“PLN masih terus berkoordinasi dan melakukan evaluasi lebih lanjut,” cetusnya.

Hardian Sakti Laksana, Deputi Manajer Komunikasi Bina Lingkungan, PLN Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta, menyampaikan posisi tower yang miring tidak menimbulkan korban jiwa.

Perseroan, kata Hardian sedang mengantisipasi suplai listrik berkekuatan 150 KV dari jaringan Kudus dan Ungaran sehingga selama proses perbaikan tidak mengalami pemadaman.

Ia menghimbau agar masyarakat untuk tidak perlu khawatir. “Kami mohon maaf kepada warga setempat akibat kejadian tersebut aktivitas warga menjadi terganggu,” tukasnya. (far)

Comments are closed.