TPA di Tambakaji Juga Dijadikan Pengolahan Limbah Minyak Goreng

Tempat pengolahan limbah minyak di area TPA ilegal Tambakaji. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Tempat pengolahan limbah minyak di area TPA ilegal Tambakaji. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Tempat pembuangan akhir (TPA) ilegal yang berada di belakang Kawasan Industri Tambakaji ternyata tak hanya dibuat membuang sampah. Di lokasi itu juga terdapat gubuk yang digunakan untuk mengolah minyak goreng bekas salah satu perusahaan mi instan di kawasan tersebut.

Saat metrosemarang.com menyambangi lokasi tersebut, Rabu (24/2), baru saja datang puluhan kantong plastik bening berukuran besar berisi limbah minyak goreng. Menurut salah seorang, minyak goreng tersebut akan digodok ulang dan kemudian diambil minyaknya sebagai bahan vaselin.

“Sekali datang 1 ton lebih (Minyak goreng bekas), minim satu kantong plastik sekitar 20 kilogram,” kata pekerja yang keberatan disebutkan identitasnya.

Dia menceritakan, pengolahan limbah minyak goreng sisa pabrik tersebut sudah berlangsung sekitar 4 tahun. Setidaknya, dua kali dalam sepekan, puluhan kantong minyak goreng bekas dikirim. “Nanti kalau sudah diambil minyaknya, ada yang ngambil dari Surabaya,” sambungnya.

Di gubuk tersebut tiga drum sudah disiapkan untuk merebus ulang minyak bekas. Setelah direbus yang diambil hanya minyaknya saja, selebihnya yang berupa air langsung dibuang di tebing yang di bawahnya mengalir Kali Bringin. Dengan yakin dia menyatakan cairan sisa yang dibuang tidak berbahaya. “Airnya bening, tidak berbahaya,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung BM menyatakan bahwa pelanggaran pembuangan limbah sembarangan bertentangan dengan UU 32 tahun 2009 pasal 69. Dalam UU tersebut pelaku pelanggaran dapat dipidana dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda Rp miliar.

“Silakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang  bisa mengambil tindakan,” kata dia dan menyebut Pemkot bisa berkoordinasi dengan dinas terkait, yaknj Satpol PP dan Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Diberitakan sebelumnya, TPA ilegal di Tambakaji banyak dikeluhkan warga sekitar. TPA tersebut selain tak berizin juga sering melakukan pembakaran. Asap dan aroma tak sedap pun menyebar hingga permukiman. Mereka berharap pemerintah segera menutup TPA itu. (din)

 

 

You might also like

Comments are closed.