TPA Jatibarang Pionir Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik

METROSEMARANG.COM – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Komite II mengunjungi lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Selasa (10/10) siang. TPA di Kelurahan Jatibarang Kecamatan Mijen ini dinilai bisa menjadi pionir pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya pengelolaan menjadi energi listrik.

Anggota DPD RI melakukan kunjungan di TPA Jatibarang, Selasa (10/10). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Anggota DPD RI Komite II Denty Eka Widi Pratiwi mengungkapkan, TPA di Semarang bisa menjadi percontohan pengelolaan sampah yang mandiri. Pengelolaan sampah di tempat ini berhasil menarik investor dari luar negeri yaitu dari Pemerintah Negara Denmark

”Peran serta masyarakat juga sangat terlihat dalam pemilahan sampah setelah ada edukasi dari pemerintah setempat. Yaitu pemilahan antara sampah organik dan non organik,” kata Denty didampingi Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu saat berada di TPA Jatibarang.

Pemilahan sampah melibatkan masyarakat sangat penting, sebab tidak mungkin tanpa pemilahan sampah bisa dikelola menjadi energi listrik. Pengelolaan sampah jadi listrik di Semarang juga dinilai sudah menggunakan teknologi yang memadai.

”Terimakasih pada Kota Semarang karena bisa menjadi percontohan pengelolaan sampah yang mandiri. Semarang bisa menjadi pionir di Indonesia dalam pengelolaan sampah,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, untuk progres kerjasama dengan Pemerintah Denmark pada 23 Oktober nanti akan diresmikan pelaksanaan project landfill. Nantinya pengelolaan sampah di Jatibarang akan menghasilkan energi listrik sebesar 1,5 megawatt.

”Tentunya setelah ini (pelaksanaan project landfill) diharapkan program skala nasional PLTSa (pembangkit listrik tenaga sampah) bisa mulai dilakukan tahun 2018,” katanya.

Ditambahkan, sebelum rencana dibuat menjadi energi listrik, Pemerintah Kota Semarang juga sudah bekerjasama dengan PT Narpati. Dengan perusahaan dari swasta ini sampah TPA Jatibarang telah dikelola menjadi pupuk untuk tanaman. (duh)

You might also like

Comments are closed.