Tradisi Megengan, Warga Kendal Berburu Telur Mimi dan Sumpil

Kuliner telur mimi diburu warga Kaliwungu Kendal sebagai bagian dari tradisi menyambut datangnya bulan ramadan. Foto: MJ-01
Kuliner telur mimi diburu warga Kaliwungu Kendal sebagai bagian dari tradisi menyambut datangnya bulan ramadan. Foto: MJ-01

KENDAL – Ada tradisi unik menjelang puasa di  Kaliwungu Kendal  warga berburu makanan khas yang hanya ada saat menjelang puasa.Makanan yang diburu yakni telur mimi, serta sumpil. Warga yang datang ke tradisi megengan ini seolah wajib hukumnya memburu telur mimi, agar mendapat berkah saat menjalankan ibadah puasa.

Tradisi tahunan pasar makanan dan jajanan tradisional yang digelar di halaman Masjid Al Mutaqqin Kaliwungu  ini sering disebut warga tradisi megengan. Warga dari pelosok Kendal dan sekitarnya selalu memadati dan berburu makanan khas yang ada saat tradisi tersebut.

Makanan yang selalu laris adalah telur mimi.

TRADISI-TELUR-MIMI-KALIWUNGU-KENDAL

Makanan tradisional berbahan telur ikan mimi dan diberi bumbu parutan kelapa ini menjadi makanan yang wajib dicari warga, sebelum melaksanakan ibadah puasa. Ikan mimi sendiri merupakan ikan sejenis ikan pari namun mempunyai kulit keras.

Ikan mimi mudah didapat diperairan laut jawa, sekitar perairan Kendal. Ikan mimi yang bertelur direbus dengan bumbu rempah-rempah dan kemudian disajikan dengan parutan kelapa dan bumbu pedas.

Makanan ini menjadi khas karena  hanya bisa dijumpai menjelang bulan ramadhan dan tidak dijual pada hari hari lainnya. Cara penyajiannyapun khas telur ikan mimi dikerok dari cangkang kemudian dicampur parutan kelapa muda yang sudah diberi bumbu.

“Untuk satu plastik kecil telur mimi di jual Rp 15 ribu  namun tidak jarang pedagang menjual secara utuh satu ekor mimi seharga Rp 50 ribu,” ujar Meli, pedagang telur mimi.

Bagi warga, menyantap telur mimi seakan menjadi menu wajib sebelum memasuki bulan puasa. Banyak yang percaya belum afdol jika berpuasa di bulan ramadhan tidak menikmati lezatnya telur mimi khas Kaliwungu ini. “Telur mimi sendiri bisa diartikan pasangan yang abadi. Seperti legenda mimi dan mintuno yang selalu bersama hingga kakek nenek mengarungi kehidupan,” kata  Bambang.

Selain telur mimi, makanan khas lainnya yang laris dan diburu yakni sumpil. Makanan dari beras dan dibungkus menggunakan daun bambu ini juga ada saat puasa dan bulan maulud. Penyajiannya juga sama dengan telur mimi, sumpil disantap dengan bumbu parutan kelapa.

Tradisi megengan di Kaliwungu ini juga menyajikan makanan olahan hasil laut seperti udang sikat, rajungan hingga kerang rebus. Banyaknya makanan yang jarang ditemukan selain menjelang puasa inilah warga rela berdesak-desakan untuk mendapatkan makanan khas tersebut. (MJ-01)

You might also like

Comments are closed.