Tragis, Aplikasi GPS Mengirim Wanita Ini kepada Kematiannya

Ilustrasi
Ilustrasi

 

METROSEMARANG.COM – Aplikasi GPS bisa saja menjadi solusi untuk menghindarkan kita dari kemacetan atau setidaknya membantu membawa kita ke lokasi tujuan, dengan kemampuan navigasi yang canggih. Tapi, siapa sangka, aplikasi ini justru mengirim seseorang pada takdir kematiannya.

Menurut laporan Telegraph dan Sky News, seorang agen perjalanan di Brasil, Regina Murmura (70) dan suaminya, Francisco (69) berangkat ke Pantai Niteroi di Avenue Quintino Bocaiuva pada Sabtu (3/10). Namun, aplikasi Waze GPS yang mereka gunakan justru mengarahkan ke Quintino Bocaiuva, sebuah kawasan kumuh (favela) di Caramujo yang menjadi basis geng obat bius.

Mobil yang ditumpangi Regina dan suaminya diberondong tembakan. Menurut polisi setempat, setidaknya ada 20 peluru yang dimuntahkan ke mobil tersebut. Francisco dilaporkan sempat keluar dan mendapat pukulan gagang senapan. Dia memang berhasil mengantar istrinya ke rumah sakit, tapi Regina sudah keburu meninggal karena serangan jantung.

Polisi setempat sudah mengantongi tersangka pelaku penembakan. Mereka juga sempat terlibat baku tembak dengan geng yang diduga terlibat dalam penyerangan Regina. Tapi, polisi tidak berhasil melakukan penangkapan.

Waze adalah aplikasi yang memanfaatkan penggunanya untuk berbagi dan mengetahui situasi lalu lintas sekaligus menyajikan navigasi, bak perangkat Global Positioning System (GPS). Waze merupakan aplikasi gratis yang telah tersedia untuk platform iOS, Android, BlackBerry (masih versi Beta), Windows Mobile dan Symbian.

Sementara, pihak Waze mengaku sangat sedih atas insiden tersebut. Namun, Waze juga mengungkapkan bahwa mustahil sebuah aplikasi hanya akan membawa penggunanya ke lokasi yang aman saja. “Sulit mencegah driver untuk menavigasi ke lingkungan yang berbahaya jika ini adalah tujuan yang mereka pilih,” kata perusahaan milik Google, seperti dilansir Fox News.

Waze memberi peringatan kepada pemerintah Rio de Janeiro agar lebih memerhatikan kawasan-kawasan kumuh, mengingat tahun depan mereka akan menjadi penyelenggara Olimpiade. CNN melaporkan seperlima dari penduduk di favela, banyak yang dikendalikan oleh geng obat. (twy)

 

 

 

You might also like

Comments are closed.