Tren Pembelian Rumah Secara Tunai Meningkat

rumah tunai
Puluhan pengembang mengikuti pameran perumahan Property Expo Semarang 4 di Mall Ciputra Semarang. (Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)

SEMARANG – Tren pembelian rumah secara tunai meningkat beberapa waktu belakangan. Konsumen langsung melakukan transaksi secara langsung dengan pengembang. Ketua Panitia Property Expo Semarang (PES), Dibya K Hidayat mengatakan, konsumen saat ini lebih memilih beli rumah dengan cara cash.

“Hal itu karena mereka tidak mau repot dengan proses kredit pemilikan rumah (KPR) melalui bank,” ungkapnya saat ditemui di pameran perumahan Property Expo Semarang 4 di Mall Ciputra Semarang, Senin (16/4).

Pembelian rumah secara tunai dilakukan antara pengembang dan pembeli dengan perjanjian. “Jadi biasanya harga rumah berapa kami bagi dalam beberapa kali pembayaran. Misalnya harga Rp 1 miliar dibagi empat kali bayar,” tuturnya.

Adapun, harga rumah yang diminati konsumen melalui cara tunai itu berkisar Rp 500 juta-Rp 1 miliar. Kendati demikian, melihat kondisi tersebut pengembang tetap berharap agar perbankan lebih memberikan kemudahan perihal syarat KPR kepada konsumen.

“Sekarang ini berdasarkan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, perbankan bisa memberikan keringanan uang muka dari yang semula 15% menjadi 5% untuk KPR. Namun, hal itu berlaku pada pembelian rumah pertama baik FLPP ataupun NonFLPP dengan luas bangunan dibawah 70 meter persegi,” kata Harmawan Mardiyanto, Wakil Ketua Bidang Diklat REI Jateng.

Sementara itu, pada PES ke 4 ini diikuti oleh 18 pengembang dan berlangsung hingga 23 April mendatang. (ang)

You might also like

Comments are closed.