Trio Napi Kedungpane Olah Limbah Korek Api jadi Robot Gundam

METROSEMARANG.COM – Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI digelar meriah di Lapas Kelas I A Kedungpane, Ngaliyan Semarang, pada Kamis (17/8). Sejumlah pejabat menghadiri acara tersebut mulai Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng Ibnu Chuldun hingga pejabat TNI/Polri.

Sucahyo, Supriyadi dan Aditya memerlihatkan robot gundam dari bungkus korek bekas. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Para narapidana yang meringkuk di dalam lapas tersebut juga menyambut perayaan HUT RI dengan semarak, salah satunya menggelar pameran produk kerajinan tangan di pelataran Lapas Kedungpane.

Rombongan Gubernur Ganjar Pranowo berkesempatan menjelajahi ruang pamer kerajinan tangan tersebut. Ia bahkan tertarik untuk membeli sebuah miniatur pesawat capung yang dibuat dari limbah korek api.

“Ini harganya berapa? Kok bagus sekali, sangat unik karena bahannya dibuat dari korek api bekas,” katanya saat menghampiri ruang pamer kerajinan korek api.

Kerajinan korek bekas tersebut merupakan buah jerih payah dari trio narapidana Kedungpane yakni Sucahyo, Supriyadi dan Aditya.

Sucahyo, mengaku harga tiap karyanya bervariasi tergantung tingkat kesulitannya. Mulai yang termurah Rp 60 ribu-Rp 400 ribu. “Kalau yang itu empat ratus ribu, Pak,” sergahnya sembari menunjukkan sebuah miniatur pesawat.

Ia menjelaskan kerajinan dari limbah korek api baru pertama kali dibuat di Lapas Kedungpane. Menurutnya karyanya terbilang unik karena jarang ditemui di pasaran.

“Saya sempat browsing internet tidak ada yang mengolah korek api bekas jadi sebuah kerajinan, makanya ketimbang saya bikin kerajinan dari kayu, apa salahnya membuat dari limbah korek. Ternyata banyak peminatnya,” aku narapidana kasus psikotropika tersebut.

Ia menekuni usaha tersebut sejak 1,5 tahun terakhir. Ia mula-mula mengumpulkan potongan-potongan korek api yang tak terpakai di tiap blok penjara.

Tak jarang, ia memberi upah sebungkus rokok bagi sesama rekannya yang bisa memberikan 20 buah korek bekas.
Lama-kelamaan jumlahnya sangat banyak.

“Kemudian saya ajak dua teman untuk mengolahnya jadi kerajinan, hasilnya lumayan ada yang jadi robot gundam, helikopter, pesawat sampai produk lainnya,” katanya bangga.

Sebuah kerajinan korek bekas ia kerjakan sehari sampai lima hari. Ia optimistis mampu memproduksi lebih banyak lagi karya bernilai jual tinggi mengingat ketersediaan bahan bakunga yang melimpah.

“Kan di sini ada 1.300 narapidana. Pasti korek bekasnya juga sangat banyak. Habis (pameran) ini saya mau buat yang lebih bagus lagi,” ungkapnya.

Gayung pun bersambut. Para pengunjung lapas kebanyakan tertarik membeli karyanya. “Belum dijual bebas masih sebatas pengunjung lapas saja,” ujarnya.

Ia berharap karyanya dapat dikenal banyak orang sehingga saat bebas nanti bisa dijadikan gantungan hidupnya setiap hari. (far)

You might also like

Comments are closed.