Truk Dilelang Leasing, Pengusaha Ini Lapor Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Seorang pria bernama Sugiarto (55), mendatangi Mapolda Jateng untuk melaporkan tindak kejahatan yang telah menimpanya. Warga Grobogan itu melaporkan kebt collector  T Astra Credit Companies (ACC) karena diduga telah melakukan tindak pidana perampasan tiga truk miliknya.

Korban memang mengaku mengalami keterlambatan pembayaran kredit terhadap ketiga truk tersebut. Namun saat nasabah bermaksud melakukan pengurusan untuk melunasi keterlambatan kredit tersebut,  tiga truk tersebut justru diambil paksa dan telah dilelang.

“Tiga armada truk milik saya diambil paksa di jalan. Mereka mengaku dari ACC (PT Astra Credit Companies),” kata Sugiarto saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng, Senin (29/6).

Jika ia tidak bisa menebus utang senilai harga truk, maka tiga truk tersebut dinyatakan hilang dan ratusan juta uang muka dan cicilan sebelumnya juga terancam hilang.

Tiga truk tersebut adalah Toyota New Dyna  K-1797-GF, Isuzu ELF  K-1767-AP, dan truk Isuzu ELF bernopol K-1962-EF. Ketiga kendaraan itu dirampas pada 3 dan 5 Mei lalu saat melintas di Jalan Berok Semarang serta di kawasan Semarang Utara.

Saat perampasan truk truk tersebut usai digunakan untuk bongkar muat tanah di Kalibaru Semarang. “Tiba-tiba diadang oleh mobil Honda CRV yang ditumpangi kurang lebih 5 orang.  Mereka turun dan langsung mengambil kunci kontak truk,” imbuhnya.

Kemudian korban diminta mengurus di PT ACC Cabang Kudus, tempat pertama kali korban melakukan pembelian tiga truk tersebut. Setelah bertemu dengan pimpinan PT ACC Kudus, tiga hari kemudian, korban menerima surat dari dar PT ACC Pusat.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa korban diminta memilih, yakni melunasi senilai harga truk kurang lebih Rp 232.843.000 (per truk) atau ikut lelang. Selambat-lambatnya sampai dengan tanggal 18 Mei 2015.

Apabila sampai dengan batas waktu tersebut tidak dibayar, atau korban tidak juga menyelesaikan, maka korban dianggap telah melepaskan haknya untuk memperoleh kembali objek jaminan fidusia tersebut.

Lantaran  ingin memperoleh keadilan, korban memutuskan membawa perkara tersebut ke ranah hukum. Hingga petang kemarin, korban masih memberi keterangan kepada penyidik di Mapolda Jateng. (yas)

You might also like

Comments are closed.