‘Tubbing Kali Kreo Belum Dibancaki’

Proses evakuasi korban hanyut di Kali Kreo, Minggu (15/3). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Proses evakuasi korban hanyut di Kali Kreo, Minggu (15/3). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Wahana wisata tubbing di Kali Kreo memakan korban jiwa. Meski cukup potensial menarik wisatawan, paket wisata ini juga cukup berisiko karena standar keselamatan yang kurang memadai.

Wahyu Nugroho (31) menjadi korban derasnya arus Kali Kreo saat bersama rombongannya melakukan tubbing, Sabtu (14/3) sore. Pria asal Pati itu terpisah dari rombongannya, beberapa saat setelah start, sekitar pukul 16.00.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sehari berikutnya, di depan Gua Pengantin. Menurut Lurah Kandri, Akhiyat, wahana wisata yang digunakan Wahyu bersama 38 rekan lainnya dari Adira Ambarawa tersebut belum resmi.

“Wisata itu baru dan belum diresmikan. Belum diadakan banca’an,” kata dia.

Entah ada hubungannya atau tidak, wisata menyusuri sungai menggunakan ban dalam bekas itu memang cukup berisiko. Derasnya arus sungai berpotensi membuat ban melaju tidak stabil. Penumpang juga dimungkinkan mengalami benturan dengan bebatuan sungai. (ade)

You might also like

Comments are closed.