Tukang Servis Harley di Semarang Tak Rela Dealernya Ditutup

Dealer Harley Davidson di Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Dealer Harley Davidson di Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Puluhan pegawai dealer Mabua Harley Davidson Semarang, bakal terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul keputusan dari PT Mabua Harley Davidson pusat yang menghentikan penjualan motor gede tersebut per 31 Desember 2015 lalu.

Nilai tukar rupiah yang melemah ditambah pajak yang membumbung tinggi jadi alasan penjualan moge terkenal itu terpaksa dihentikan. Kondisi ini membuat Mabua sebagai agen tunggal juga menutup dealer-dealer resmi Mabua di seluruh Indonesia. Dealer resmi HD ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Bali.

“Untuk dealer HD di Semarang, kini ada 48 pegawai dan kami sudah diajak rapat untuk membahas soal penutupan dealer dan PHK,” ujar Nur Cholis, seorang pegawai tetap di dealer Mabua HD di kawasan Candisari Semarang, kepada metrosemarang.com, Sabtu (13/2).

Pria yang bekerja di bagian security ini mengungkapkan pemutusan kerja dalam waktu dekat akan dilakukan terlebih dulu buat karyawan kontrak yang baru saja direkrut oleh pihak manajemen. “Ada empat pegawai kontrak kami yang baru. Gaji yang diterima selama kerja di sini sesuai UMK Semarang. Sama seperti saya, Mas. Ya sebenarnya lumayanlah kerja di dealer Harley,” ungkap Cholis.

Ia sendiri mengaku sudah ancang-ancang mencari pekerjaan baru begitu dealer ditutup. Meski begitu, ia tak diberitahu kepastian penutupan dealer moge yang punya jutaan penggemar itu. “Belum dikasih tahu tutupnya kapan. Karena baru awal bulan ini diberi surat pemberitahuan,” papar Cholis.

Menurutnya, bekerja di dealer moge HD cukup membuatnya nyaman. Selain standar penghasilan (salary) yang didapat cukup besar, juga terdapat jenjang kenaikan golongan pangkat yang pasti. Ia selama bekerja tiga tahun dapat kenaikan gaji cukup lumayan.

“Saya sudah pegawai tetap jadi dapat gaji lumayan dan sudah diangkat jadi golongan II. Itu mempengaruhi standar gaji yang diterima,” terang Cholis.

Sementara Heri Pujiastono, Koordinator Departemen Service Mabua HD Semarang seolah tak rela jika dealer yang sudah jadi penopang penghasilannya selama ini harus ditutup. Ia membawahi tujuh teknisi yang tiap hari menyervis moge milik pelanggan dealer.

“Ya mau gimana lagi. Saya sudah tahu kalau mau tutup bulan ini. Padahal di sini jadi pusat servis moge Harley di Jawa Tengah dan DIY. Penggemar fanatiknya memang sangat banyak ada 10.000 orang lebih. Apalagi satu orang punya tiga moge,” akunya. (far)

 

You might also like

Comments are closed.