Tularkan Rabies, Stop Makan Daging Anjing!

METROSEMARANG.COM – Komunitas pecinta anjing di Kota Semarang menggelar long march di hari bebas berkendara untuk mengingatkan masyarakat setempat akan bahaya mengonsumsi daging anjing.

Komunitas pecinta anjing menyosialisasikan bahaya rabies, Minggu (9/4) pagi. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mereka meminta warga agar jangan lagi mengonsumsi daging anjing. Selain sangat berbahaya bagi tubuh manusia, virus rabies yang kerap diidap hewan mamalia itu berpotensi menular ke tubuh lewat kuman-kuman yang menempel pada dagingnya.

“Makan daging anjing itu bisa memicu rabies. Okelah kalau anjing piaraan pasti tertib rutin cek kesehatan tapi kalau anjing liar yang banyak dikonsumsi saat ini jelas sangat berbahaya,” ungkap Aiptu Rahmad Hidayat, Ketua Doggy Lovers Semarang kepada metrosemarang.com, Minggu (9/4).

Rabies, katanya juga membahayakan masyarakat sekitar. Karenanya, pria yang sejak lama jadi Anggota Unit Satwa Polrestabes Semarang mengaku prihatin masih banyak warga yang memakan daging anjing hingga saat ini.

Di Jawa Tengah, beberapa daerah masih ditemukan penggemar daging anjing. Salah satu temuan tertinggi berada di Solo.

“Tahun lalu kita sudah sosialisasikan hal itu di Solo dan Jakarta. Sekarang giliran Semarang. Kita minta semuanya menyetop makan daging anjing,” katanya seraya menambahkan kalau anjing adalah teman paling setia yang tak seharusnya disakiti apalagi dikonsumsi beramai-ramai.

Polrestabes Semarang sejak lama juga mengingatkan bahaya mengonsumsi daging anjing. Bahkan, polisi mengancam akan menjerat pemakan daging anjing dengan Pasal 302 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Ia pun khawatir rabies akan mewabah di Semarang bila konsumsi daging anjing tak segera dihentikan. Sejauh ini, NTT jadi daerah penyumbang rabies tertinggi di Indonesia dan belum lama ini ditemukan seorang dokter tertular akibat terkena muntahan pasien rabies di rumah sakit setempat.

“Rabies sangat berbahaya,” jelasnya. Aksi long march mereka lakukan dari Mal Ciputra hingga Jalan Pahlawan. Sambil menenteng spanduk, mereka ingin menyadarkan masyarakat setempat.

Ani Carara seorang ibu yang tinggal di Jalan Beruang Raya Majapahit mengaku jengkel saat tahu banyak orang makan daging anjing. “Kasian sekali bukannya dipelihara malah dimakan. Hentikan sekarang juga,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.