Tumbang di Samarinda, PSIS Terpental dari 10 Besar

1 Gol Tidak Cukup

Gol Bruno melecut pemain-pemain PSIS untuk menyamakan kedudukan. Tapi tak ada gol tambahan tercipta.

MUNDURNYA pertandingan sehari dari jadwal semula, serta modal kondisi psikis pemain yang baik pasca-kemenangan pada pertandingan sebelumnya, tak cukup bagi Laskar Mahesa Jenar untuk mengalahkan Pesut Etam. Sabtu, 10 November 2018, PSIS takluk dengan skor 1-2 di kandang Borneo FC, Stadion Sigiri, Samarinda.

 

Kami kurang beruntung karena hanya bisa cetak satu gol dan gagal ambil poin di sini. 
– Jafri Sastra, Pelatih PSIS – 

 

Semula, pertandingan dijadwalkan pada Jumat, 9 November 2018. Jadwal itu kemudian dimundurkan sehari. Bagi pelatih PSIS, Jafri Sastra, kemunduran tersebut adalah kesempatan untuk memulihkan fisik para pemainnya. Bagaimanapun, tenaga mereka telah banyak terkuras untuk memenangkan pertandingan kontra Arema FC pada Minggu, 4 November 2018.

Ini adalah pertandingan pekan ke-30 liga 1. PSIS boleh relaks dengan beberapa keadaan berikut ini; sebelum laga menyambut PSIS ini, si tuan rumah Borneo FC tumbang di kandang PSMS Medang dengan skor 2-3. Kondisi ini berkebalikan dengan PSIS yang unggul dengan skor 2-1 dari Arema, pada pertandingan sebelumnya.

PSIS juga mungkin bisa tenang dengan fakta bahwa pada pertemuan pertama dengan Borneo FC di Stadion Moch Soebroto Magelang, mereka menang lewat gol tunggal Hari Nur Yulianto.

Tapi di sisi lain, Jafri menyebut PSIS masih butuh poin agar benar-benar aman. Sampai pekan ke-29, PSIS telah mengumpulkan 39 poin. Kendati Borneo FC juga masih butuh poin, tapi posisinya setingkat di atas PSIS, dengan 42 poin di akhir pekan ke-29.

Dalam lawatan ke markas Borneo, Jafri Sastra memboyong 18 pemainnya, termasuk tiga ekspatriat, Bruno Silva, Ibrahim Conteh dan Petar Planic. Bek Fauzan Fajri dan gelandang M Yunus diistirahatkan oleh pelatih asal Padang itu, oleh sebab cedera.

Sebelum laga dimulai, fullback Gilang Ginarsa tak memusingkan kualitas tim lawan yang dihuni pemain eks Timnas, seperti Lerby Eliandry maupun Titus Bonai. Menurutnya, PSIS sedang dalam level yang sama dengan skuad racikan Dejan Antonic itu.

“Borneo punya pemain-pemain berkualitas tapi kami juga dalam kondisi siap tempur untuk mendapatkan poin di sini,” Gilang Ginarsa optimistis sehari sebelum laga.

Susunan PemainBorneo FC 4-4-2: Nadeo Argawinata–Leonard Tupamahu, Wildansyah, Edi Gunawan/Firdaus Ramadhan, Diego Michiels; Titus Bonai, Wahyudi Hamisi, Tijani Belaid, Billy Keraf; Lerby Eliandry, Matias Conti

PSIS 4-4-1-1: Joko Ribowo–Gilang Ginarsa, Petar Planic, Haudi Abdillah, Safrudin Tahar; Hari Nur Yulianto, Hafit Ibrahim/Aldaier Makatindu, Nerius Alom, Frendi Saputra/Komarudin; Bayu Nugroho; Bruno Silva

 

Peluang Terbuang

Laga dimulai tanpa Ibrahim Conteh dan M Yunus di lini tengah skuad Mahesa Jenar. Head coach Jafri Sastra juga bereksperimen dengan memainkan Frendi Saputra sebagai pemain sayap bersama Hari Nur.

Hingga 10 menit pertama, PSIS cukup berhasil meredam serangan tuan rumah. Borneo hanya mampu menghasilkan peluang melalui sundulan Matias Conti di menit ke-9. Namun bola melambung di atas mistar.

Namun di menit ke-14, tuan rumah berhasil memanfaatkan peluang. Ternyata, absennya dua pilar lini tengah itu PSIS itu sangat berpengaruh terhadap permainan Hari Nur Yulianto dkk. Penjagaan pemain-pemain PSIS longgar. Itulah yang dimanfaatkan oleh Billy Keraf.

Pemain pinjaman dari Persib itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti dan bersarang di pojok kiri gawang PSIS yang dikawal Joko Ribowo. Tak menunggu lama. Hanya berjarak empat menit dari gol pertama, Lerby Eliandry menggandakan keunggulan Pesut Etam.

Meneruskan assist Titus Bonai, striker Borneo memenangi duel dengan Safrudin Tahar dan mengirim bola ke sudut kiri gawang.

Sebetulnya, Mahesa Jenar juga memiliki peluang emas saat laga berjalan setengah jam. Bruno Silva lolos di sisi kiri pertahanan Borneo dan melepaskan umpan terukur ke mulut gawang. Sayang sontekan Bayu Nugroho hanya menghantam mistar.

Jelang babak pertama berakhir, tuan rumah mendapat dua peluang melalui Tijani Belaid dan Lerby Eliandry. Keduanya tak berbuah gol ke gawang PSIS.

 

Babak Kedua Lebih Agresif

PSIS mencoba bermain lebih agresif di awal babak kedua. Jafri membuat sejumlah pergantian. Frendi diganti Komarudin dan Aldaier Makatindu menggantikan Hafit Ibrahim. Mahesa Jenar mampu menguasai permainan dan mencatat lima peluang.

Peluang pertama melalui tendangan Hafit Ibrahim masih jauh dari sasaran. Percobaan Billy Keraf di menit 51 pun belum bisa mengubah kedudukan. Sepakannya tipis meluncur di sisi kanan gawang Joko Ribowo.

PSIS merespons semenit berikutnya. Menerima sodoran dari Bruno Silva, Hari Nur melepaskan sepakan keras tapi bola masih bisa ditepis Nadeo. Sayang, pada menit ke-54, eksekusi Bruno Silva melayang di atas gawang.

Tuan rumah mendapat dua peluang beruntun di menit 58. Diawali sepakan keras Matias Conti dari luar kotak penalti yang masih bisa diblok Joko Ribowo. Bola rebound diteruskan oleh Titus Bonai dan lagi-lagi dimentahkan kiper PSIS.

PSIS memiliki kans menipiskan skor di menit 63. Bruno Silva menyisir sisi kanan pertahanan Borneo dan diakhiri dengan umpan mendatar ke mulut gawang. Sayang Bayu terlambat menyontek bola.

Borneo sempat menambah gol di menit 71 melalui Matias Conti. Namun wasit menganulir gol tersebut karena Conti sudah lebih dulu terjebak offside sebelum menerima umpan Firdaus Ramadhan.

PSIS terus berusaha mencetak gol di sisa laga. Percobaan Safrudin Tahar di menit 83 masih mampu diamankan kiper Nadeo.

borneo FC
Bayu Nugroho melewatkan dua peluang emas saat PSIS takluk di kandang Borneo FC, Sabtu (10/11/2018). Foto: metrojateng.com/dok IG @borneofc.id

Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic mengakui timnya kehabisan ‘bensin’ di babak kedua. Menurutnya, tambahan tiga poin pantas diapresiasi di tengah masalah yang dihadapi Diego Michiels dkk.

“Banyak pemain cedera dan absen karena hukuman. Dengan pemain yang ada ini kami masih bisa ambil tiga poin, kemenangan yang pantas untuk kerja keras pemain,” ujarnya.

“Di 20 menit terakhir babak kedua permainan kemi mengendur, sehingga PSIS bisa leluasa menyerang. Saya pikir stamina pemain sudah habis,” Dejan menambahkan.

 

Gol Bruno Silva di Menit Akhir

Bruno Silva akhirnya sukses mengoyak gawang Borneo di menit 86. Meneruskan assist Bayu Nugroho, striker asal Brasil tanpa kesulitan menceploskan bola ke dalam gawang untuk mencetak gol ke-12 musim ini.

Gol Bruno melecut pemain-pemain PSIS untuk menyamakan kedudukan. Tapi tak ada gol tambahan tercipta. Gol Bruno Silva tak mampu menyelamatkan Mahesa Jenar dari kekalahan 1-2. PSIS gagal mencuri poin di kandang Borneo FC.

PSIS pulang tanpa poin dari lawatan ke markas Borneo FC. Keputusan pelatih Jafri Sastra menempatkan Frendi Saputra di lini tengah tak berjalan sesuai harapan. Kegagalan Bruno Silva dkk dalam memaksimalkan peluang berujung kekalahan buat Mahesa Jenar.

Mahesa Jenar cukup berhasil meredam serangan sayap tuan rumah. Tapi gol-gol Borneo justru tercipta dari kreasi dua winger mereka, Billy Keraf dan Titus Bonai.

“Babak pertama, kami terlambat mengembangkan permainan. Kesalahan-kesalahan kami mampu dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol,” kata Jafri seusai pertandingan.

Jafri menyebut timnya kurang beruntung karena gagal memanfaatkan sejumlah peluang di babak kedua. “Kami kurang beruntung karena hanya bisa cetak satu gol dan gagal ambil poin di sini,” ujar Jafri.

 

Melorot

Kegagalan mendulang poin di Samarinda membuat posisi PSIS melorot ke peringkat 12 dengan perolehan 39 angka. Mereka disalip Persebaya Surabaya yang berhasil melumat pemuncak klasemen PSM Makassar tiga gol tanpa balas.

PSIS membutuhkan satu kemenangan lagi agar benar-benar aman dari ancaman degradasi. Di pekan berikutnya, Hari Nur cs akan menjamu Persib Bandung pada Minggu (18/11) mendatang di Stadion Moch Soebroto Magelang.

“Kami harus segera bangkit, masih ada empat pertandingan lagi. Setelah ini kami akan menghadapi Persib di kandang. Kesempatan itu tidak boleh disia-siakan untuk menambah poin agar aman dari degradasi,” tandas Jafri. (*)

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.