Tunggak Pajak Rp 2,5 M, Dua Hotel Berbintang di Semarang Disegel

METROSEMARANG.COM – Dua hotel berbintang disegel Tim Yustisi Pajak Daerah Kota Semarang, Senin (7/3). Kedua hotel tersebut, Hotel Semesta dan Hotel Star Prima dianggap lalai melakukan pembayaran pajak, dengan total tunggakan mencapai Rp 2,5 miliar.

Seperti dilansir dari laman semarangkota.go.id, operasi Yustisi PBB yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polrestabes Semarang ini merupakan tahap awal dan diharapkan bisa bisa memberi efek jera bagi wajib pajak yang mengabaikan kewajibannya.

peduli pajak

Kepala DPKAD, Yudi Mardiana menjelaskan, pihaknya telah memberikan teguran kepada pengelola dua hotel berbintang tersebut dengan melayangkan surat peringatan 1 hingga 3. “Kami sudah berkomunikasi baik-baik namun tidak direspons positif sehingga kami lakukan yustisi pajak daerah,” ujar Yudi.

Sementara, Kabid Pendapatan Pajak sekaligus Koordinator Yustisi, Agus Wuryanto memaparkan, Hotel Semesta telah menunggak pajak sejak tahun 2014. Pihaknya juga telah melakukan komunikasi intensif sejak tahun kemarin.

Total tunggakan Hotel Semesta mencapai Rp 1.259.246.178, yang terdiri dari pajak hotel Rp 830. 354.649 dan Pajak Bumi dan Bangunan Rp 428.891.529. Dari total tunggakan tersebut tunggakan yang jatuh tempo pajak per 7 Maret 2016 berjumlah Rp 699.463.851.

Dia manambahkan, hotel yang beralamat di Jalan Wachid Hasyim tersebut telah melanggar Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang pajak hotel dan Perda 13 tentang Pajak Bumi dan Bangunan, sehingga dilakukan segel hotel dan beberapa kamar di hotel setempat.

Sementara untuk Hotel Star Prima yang dulunya bernama Best Western menunggak di empat jenis pajak dengan total Rp 1.338.0 19.271. Jumlah tersebut terdiri dari pajak hotel sebesar Rp 665 juta, pajak resto Rp 237 juta, pajak reklame Rp 105 juta dan PBB sebesar Rp 329 juta.

“Kami tetap menunggu komitmen dari kedua hotel untuk menyelesaikan tunggakan ini, tetapi tahapan yustisi tetep dilakukan dengan penempelan segel serta akan dilakukan penutupan operasionalnya jika tidak ditaati,” kata Agus.

Sementara itu, Aan Tauli kuasa Hukum Hotel Semesta berdalih, pihak Hotel Semesta memiliki itikad baik untuk melunasi tunggakan pajak, namun dikarenakan nominal pajak yang besar pihaknya meminta keringan dengan mengangsur tunggakan pajak. Menurut dia, Hotel Semesta sejak tahun 2014 terus mengalami penurunan tingkat hunian bahkan tahun 2015 tingkat hunian hotel Semesta hanya 17% dengan tingkat okupansi 30%. (*)

 

 

You might also like

Comments are closed.