Tuntaskan Kisruh Pedagang Kreatif Barito, Pemkot Bisa Tempuh Opsi Ini

METROSEMARANG.COM – Anggota DPRD Kota Semarang, Ari Purbono memberikan beberapa opsi untuk menyelesaikan masalah pedagang kreatif Barito. Yakni, mereka bisa direlokasi di Pasar Klithikan Penggaron atau dibuatkan shelter dengan cara pemkot membeli aset lahan di sekitar Barito.

PKL di Jalan Barito akan direlokasi ke Pasar Klithikan Penggaron. Foto: metrosemarang.com/dok

Pedagang menolak direlokasi ke Pasar Klithikan Penggaron karena merasa kiosnya dari blok A-H tidak termasuk terkena dampak normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Sebab kiosnya berada di bawah tanggul dan bukan di atas tanggul. Selain itu mereka memiliki izin resmi.

Menurut Ari Purbono, jika para pedagang menolak direlokasi ke Pasar Klitikan, maka Pemkot bisa membeli lahan sekitar Barito untuk nantinya ditempati pedagang. Ia yakin Pemkot mampu membelinya, untuk kemudian lahan tersebut dibangun shelter yang bagus untuk ditempati pedagang.

‘’Kalau untuk pembangunan Underpass Jatingaleh saja Pemkot bisa membebaskan lahan senilai Rp 100 miliar, begitu pula untuk pembangunan Jalan Jolotundo, masa untuk membeli lahan di Barito tidak bisa, melihat keuangan daerah saya yakin mampu,’’ katanya, Minggu (28/5).

Ia sendiri menilai, opsi relokasi pedagang memang tidak relevan, karena pedagang kreatif Barito yang pindah tentu akan meminta keadilan. Lantaran nantinya celah masuknya pedagang baru bisa terjadi dengan adanya rencana taman BKT di lahan Barito yang terdampak.

’’Rencana kan mau dibangun taman dengan sehelter, ada kemungkinan 5-10 tahun kemudian masuk pendatang baru. Ini menjadi tidak adil untuk pedagang yang sudah eksis lama di Bariro,’’ ungkapnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.