Tuntut Penghapusan Pungli, Ratusan Mahasiswa UIN Walisongo Turun ke Jalan

METROSEMARANG.COM – Ratusan mahasiswa UIN Walisongo menggelar aksi turun ke jalan menuntut diadakannya reformasi birokrasi menyoal kebijakan akademik dan kemahasiswaan. Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo Semarang (KBMW) melakukan aksi long march mulai dari kampus 3 hingga menuju ke gedung rektorat kampus I.

Kordinator aksi Alfan Khoirul Huda mengatakan, regulasi uang kuliah tunggal (UKT) sampai saat ini masih belum tepat sasaran penggolongannya sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga. Dalam Peraturan Menteri (Permen) Mendikbud No 55 tahun 2013 pasal 1 ayat 3, lanjut Alfan, dijelaskan bahwa UKT merupakan biaya kuliah tunggal yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonomi.

Demo mahasiswa UIN Walisongo, Kamis (14/4). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Demo mahasiswa UIN Walisongo, Kamis (14/4). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Namun, realitanya hal tersebut masih belum tepat sasaran dilaksanakan di kampus UIN Walisongo. Parahnya, pemberlakuan sistem UKT ini ditambah dengan adanya pungutan liar di luar UKT seperti penarikan biaya tambahan KKL,” kata Alfan.

Lebih lanjut, Alfan mengungkapkan Permen no 55 tahun 2013 pasal 5 menjelaskan bahwa PTN tidak boleh memungut uang pangkal dan pungutan lain selain UKT dari mahasiswa S1 dan D3 mulai tahun 2013-2014. Selain itu, mahasiswa juga menuntut digratiskannya ujian TOEFL (Bahasa Inggris) dan IMKA (Bahasa Arab) bagi mahasiswa yang tidak lulus lebih dari 3 kali.

Selain itu, pembebasan biaya sewa gedung dan bus untuk kegiatan mahasiswa diminta tidak ada pungutan biaya, pelibatan mahasiswa dalam mengambil kebijakan, hapus biaya pungutan liar lain di luar UKT, serta menolak pemberlakuan kuliah pada jam ke-0 (pukul 06.00).

“Apabila tuntutan kami tidak direalisasikan dalam waktu 7×24 jam, maka kami akan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi,” tegas Alfan. (din)

You might also like

Comments are closed.