Ubaidillah Achmad: Terinspirasi Kiai Cebolek

Ubaidillah Achmad Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Ubaidillah Achmad
Foto Mtrosemarang/Achmad Nurseha

MERANGKAI kalimat dengan tertata dan mudah dipahami, membutuhkan proses yang cukup panjang. Inilah yang dirasakan Ubaidillah Achmad (41), saat menulis buku karangannya berjudul Suluk Kiai Cebolek.

“Prosesnya memang hanya tiga bulan, namun banyak inspirasi-inspirasi yang keluar dan itu memacu otak kanan saya untuk terus menulis,” katanya saat ditemui usai acara bedah buku Suluk Kiai Cebolek di UIN Walisongo, Selasa (24/12).

Bisa menulis tentang Kiai Mutamakkin merupakan amanah yang harus didakwahkan kepada publik. Karenanya, Ubaid semakin terobsesi untuk terus menulis tentang Kiai Mutamakkin.

Pria kelahiran Rembang ini berencana akan membuat tulisan tentang kiai asal Pati itu secara berjilid. “Tidak ada perbuatan tanpa rencana,” tambah dosen FITK UIN Walisongo itu. (ans)

 

 

You might also like

Comments are closed.